Selasa, 20 Oktober 2026
06:14 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Negara pinggiran

Negara pinggiran

Bagikan:
960px-World_trade_map.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta negara-negara dunia menurut status perdagangan akhir abad ke-20, memakai pembedaan sistem dunia dalam negara inti (biru), negara semi-pinggiran (ungu), dan negara pinggiran (merah).

Dalam teori sistem dunia, negara pinggiran (terkadang hanya disebut sebagai pinggiran) adalah negara yang kurang berkembang ketimbang negara semi-pinggiran dan negara inti. Negara tersebut biasanya mengalami pembagian kecil dari kekayaan global. Negara tersebut memiliki institusi negara yang kecil dan bergantung pada beberapa pihak, dieksploitasi oleh negara yang lebih berkembang. Negara tersebut biasanya terbelakang karena tantangan-tantangan seperti kurangnya teknologi, pemerintahan yang tidak stabil, dan pendidikan dan sistem kesehatan yang rendah.[1] Adanya perang, infrastruktur yang kurang memadai, serta keadaan non-central location dapat menjadi penyebab suatu negara menjadi negara pinggiran dalam perdagangan global. Negara-negara pinggiran cenderung memiliki populasi dengan taraf kemiskinan yang tinggi, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan oleh negara-negara inti untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah dan bahkan mencampuri politik di negara-negara pinggiran agar tetap dapat mengeksploitasi negara-negara pinggiran. Umumnya negara-negara pinggiran memfokuskan diri pada satu industri tertentu sehingga mereka rentan akan ketidakstabilan ekonomi dan adanya keterbatasan investasi internasional. Terkadang negara-negara pinggiran memilih untuk mengisolasi diri, seperti negara Tiongkok pada abad ke-14.[2]

Referensi

  1. ↑ Escudé, Carlos; Schenoni, Luis L. "Peripheral Realism Revisited". Revista Brasileira de Política Internacional. 59 (1): 1–18.
  2. ↑ L, Janet (1989). Before European Hegemony. Oxford University Press.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan