Senin, 02 November 2026
10:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kapitalisme negara

sistem ekonomi dimana aktivitas ekonomi komersial (terutama untuk meraih untung) dipegang oleh negara, sementara alat produksi diorganisir dan diurus oleh perusahaan milik negara

Bagikan:

Kapitalisme negara biasanya dideskripsikan sebagai sistem ekonomi di mana aktivitas ekonomi komersial (terutama untuk meraih untung) dipegang oleh negara, sementara alat produksi diorganisir dan diurus oleh perusahaan milik negara (termasuk proses akumulasi kapital, buruh upah, dan manajemen tersentralisasi), atau berupa dominasi badan pemerintahan yang terkorporisasi (badan-badan yang diorganisir sejalan dengan praktik-praktik manajemen bisnis) atau perusahaan publlik dengan saham negara.[1] Sastra Marxis mendefinisikan kapitalisme negara sebagai sistem sosial yang mengombinasikan kapitalisme dengan kepemilikan atau kendali oleh negara; dengan definisi ini, sebuah negara yang menganut paham kapitalis negara adalah sebuah negara dengan pemerintahan yang mengendalikan ekonomi dan pada dasarnya bertindak seperti sebuah perusahaan besar dan mengambil nilai surplus dari tenaga kerja untuk menginvestasikannya dalam produksi tambahan.[2]

Catatan

  1. ↑ Williams, Raymond (1983). "Capitalism". Keywords: A vocabulary of culture and society, revised edition. Oxford University Press. hlm. 52. ISBN 0195204697.
  2. ↑ Diarsipkan Oktober 12, 2009, di Wayback Machine

Daftar pustaka

  • Guy Ankerl, Beyond Monopoly Capitalism and Monopoly Socialism. Cambridge MA, Schenkman, 1978, ISBN 0-87073-938-7
  • Nikolai Bukharin, Imperialism and World Economy.
  • Gerd Hardach, Dieter Karras and Ben Fine, A short history of socialist economic thought., pp. 63–68.
  • Bob Jessop, The capitalist state.
  • Charlene Gannage, "E. S. Varga and the Theory of State Monopoly Capitalism", in Review of Radical Political Economics 12(3), Fall 1980, pages 36–49.
  • Johnn Fairley, French Developments in the Theory of State Monopoly Capitalism, in: Science and Society; 44(3), Fall 1980, pages 305-25.
  • Ernest Mandel, Late Capitalism, pp. 515–522.
  • Ernest Mandel, Historical Materialism and the Capitalist State.
  • Paul Boccara et al., Le Capitalisme Monopoliste d'Etat. Paris: Editions Sociales, 1971 (2 vols).
  • G. N. Sorvina et al., "The Role of the State in the System of State Monopoly Capitalism", in: The Teaching of Political Economy: A Critique of Non Marxian Theories. Moscow: Progress, 1984, pages 171-179.
  • Ben Fine & Laurence Harris, Re-reading Capital.
  • Jacques Valier, Le Parti Communiste Francais Et Le Capitalisme Monopoliste D'Etat, 1976

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan