Selasa, 22 September 2026
17:05 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Soma (Funan)

Soma (Funan)

Pendiri (legenda) Kerajaan Funan

Artikel ini berisi tentang ratu Funan. Untuk ratu Kerajaan Kalingga, lihat Ratu Shima.
Soma
Penguasa Pertama Funan
Monarki pertama Kamboja
250px-Statue_of_Kaundinya_I_and_Queen_Soma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Kaundinya I (kanan) dan Ratu Soma (kiri)
Ratu Funan
Berkuasaabad ke-1 M
Penobatan68 M
PendahuluBelum ada (kerajaan didirikan)
PenerusKaundinya I
LahirFunan
AyahSom (tokoh mitologi)
PasanganKaundinya I
Nama lengkap
ព្រះនាងសូមាសិវិកាទេវៈនាគាទេវី
WangsaSomvong (kelahiran)
Kaundinya (melalui pernikahan)
AgamaAnimisme Khmer (agama asli)
Hindu (setelah menikahi Raja Kaundinya I)

Soma (bahasa Khmer:សោមា) adalah ratu Kerajaan Funan dan dianggap sebagai pemimpin pertama kerajaan tersebut (memerintah abad ke-1 Masehi).[1][2] Dia adalah permaisuri dari Kaundinya I (yang juga dikenal sebagai "Huntien" dan "Preah Thong"). "Soma" adalah penamaan India untuknya, sehingga nama lainnya adalah Liǔyè (Tionghoa), Liễu Diệp (Vietnam) dan Neang Neak (Khmer, yang berarti 'Wanita Naga').[3]

Menurut legenda Khmer, Ratu Soma dan suaminya, Kaundinya I, dikenal dalam legenda Khmer sebagai "Preah Thong (Kaundinya) dan Neang Neak (Soma)". Menurut laporan oleh dua utusan dari Tiongkok bernama Kang Tai dan Zhu Ying, negara Funan didirikan oleh seorang pedagang Brahmana India bernama Kaundinya dari Kalingga.[4][5]

Menurut legenda, sebuah kapal dagang India diserang oleh para perompak yang dipimpin oleh Soma, putri kepala suku dari kaum Naga setempat. Para pedagang yang dipimpin oleh Kaundinya melawan dan menangkis para penyerang tetapi kapalnya telah rusak dan terdampar untuk diperbaiki. Orang-orang India waspada terhadap serangan kedua tetapi Putri Soma terkesan dengan keberanian Kaundinya dan lamaran pernikahan diterima. Persatuan tersebut mengarah pada pendirian wangsa yang menjadi dinasti kerajaan Funan yang akan memerintah wilayah itu selama beberapa generasi dan aturan pemimpin kerajaan juga diperoleh melalui silsilah perempuan di kerajaan. Mitos pendiri Kamboja juga menjelaskan alasan ular (naga) menjadi bagian penting dari ikonografi Khmer seperti yang terlihat ribuan tahun kemudian ketika kesatuan mistik ini tetap menjadi bagian penting dari upacara istana di Angkor selama era Kerajaan Khmer.[6][7][8]

Referensi

  1. "The women who made Cambodia". The Phnom Penh Post. 19 Mei 2010.
  2. "C. 87 Stela from Mỹ Sơn B6". Corpus of the Inscriptions of Campā.
  3. Pelliot, Paul (1903). "Le Fou-nan". Bulletin de l'École française d'Extrême-Orient (dalam bahasa Prancis). 3: 248–303. doi:10.3406/befeo.1903.1216. Diakses tanggal 12 April 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Coedès, George (1968). Walter F. Vella (ed.). The Indianized States of Southeast Asia. trans.Susan Brown Cowing. University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-0368-1.
  5. Chad Raymond (2005), "Regional Geographic Influence on Two Khmer Polities", Journal of Third World Studies, 22 (1), University Press of Florida: 135–150, JSTOR 45194224, diakses tanggal 31 Maret 2021
  6. Sanyal, Sanjeev (2016-08-10). The Ocean of Churn: How the Indian Ocean Shaped Human History (dalam bahasa Inggris). Penguin UK. hlm. 82-84. ISBN 978-93-86057-61-7.
  7. Tarling, Nicholas (Maret 2008). The Cambridge History of Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 9781139055482.
  8. Hall, DGE (14 Mei 1981). History of South East Asia (dalam bahasa Inggris). Macmillan Education UK. ISBN 9780333241646.
Jabatan baru
negara baru terbentuk
Ratu Funan
50/68 M–abad ke-1 M
Diteruskan oleh:
Kaundinya I
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan