Sabtu, 17 Oktober 2026
07:40 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Nazir Datuk Pamoentjak

Nazir Datuk Pamoentjak

politisi Indonesia

Bagikan:
Mohammad Nazir
Datuk Pamoentjak
250px-Nazir_Datuk_Pamoentjak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nazir sebagai Duta Besar Indonesia untuk Prancis
Lahir
Mohammad Nazir

(1897-04-10)10 April 1897
Meninggal10 Juli 1965(1965-07-10) (umur 68)
AlmamaterUniversitas Leiden
PekerjaanPolitisi, diplomat
Dikenal karenaPejuang kemerdekaan
AnakJajang C. Noer
250px-Snapshot_20130115_12.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nazir Datuk Pamoentjak (duduk paling kanan). Foto diambil pada 1926.

Mr. Mohammad Nazir Datuk Pamoentjak (10 April 1896 – 10 Juli 1966) adalah seorang diplomat dan perintis kemerdekaan Indonesia.[1]

Kehidupan awal

Nazir merupakan putra Minangkabau asal Salayo, Solok, Sumatera Barat pasangan Kenek dan Sa'adiah. Ayahnya menjabat sebagai larashoofd di Selayo. Setelah lulus dari HBS Batavia, ia menuntut ilmu di Fakultas Hukum, Universitas Leiden.

Kiprah

Di Belanda, ia pernah menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia, sebuah pekumpulan mahasiswa yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.[2] Setelah Indonesia merdeka, Nazir Datuk Pamoentjak berkarier sebagai diplomat. Ia beberapa kali dipercaya menjadi duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat.

Pada Januari 1918, Nazir Datuk Pamuncak datang ke Padang sebagai utusan Jong Sumatranen Bond (JSB). Dia datang diutus untuk mendirikan cabang-cabang di Padang dan Bukittinggi. Di Padang, usahanya berhasil. Namun, tidak untuk di Bukittinggi.[3] Nazir berpidato di depan para pelajar di Padang bahwa pemuda-pemuda Jawa sudah lebih dahulu maju daripada di Sumatra dengan satu organisasi bernama Jong Java. Jong Java didirikan pada 7 Maret 1915 oleh dr. Satiman. Jong ini bersemboyan, Sakti, Budi, Bakti.[4] JSB sendiri baru berdiri pada 9 Desember 1917 untuk menyatukan semua pelajar dari Sumatra.[4] Berikut adalah isi pidatonya:[3]

Pemuda-pemuda Sumatra harus mengikuti jejak pemuda-pemuda Jawa. Kita tak boleh ketinggalan. Pemuda-pemuda Sumatra mempunyai tugas yang berat. Kita harus memajukan masyarakat Sumatra. Di tangan pemudalah, terletak nasib bangsa dan tanah air.

Pada tahun 1927, ia bersama Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo dan Abdulmajid Djojohadiningrat dipenjara oleh Kerajaan Belanda karena dituduh mengikuti partai terlarang. Ali Sastroamijoyo dan Nazir Pamuntjak dipenjara dua tahun.[5] Mereka semua dipenjara di Rotterdam.[6] Beruntung Mohammad Hatta menolak semua dakwaan tersebut dengan pidatonya, Indonesie Vrij pada sidang kedua tanggal 22 Maret 1928,[6] sehingga ia dan kawan-kawannya dibebaskan. Pembebasan mereka disambut baik oleh Mr. Duys (anggota parlemen Belanda waktu itu), dan Willem Drees, Perdana Menteri Belanda tahun 1945.[5] Setelah ditahan beberapa bulan, mereka berempat dibebaskan dari tuduhan, karena tuduhan tidak bisa dibuktikan.[5]

Nazir Datuk Pamoentjak mempunyai seorang putri tunggal bernama Lidia Djunita Pamoentjak yang lebih dikenal dengan nama Jajang C. Noer yang berkarier sebagai seniman dengan menjadi pemeran (aktris) dan sutradara.[7]

Untuk mengenang jasa-jasanya, namanya diabadikan menjadi salah satu ruas jalan di Kota Solok, Sumatera Barat.

Jabatan diplomatik
Jabatan baru Duta Besar Indonesia untuk Prancis
1950–1953
Diteruskan oleh:
Ida Anak Agung Gde Agung
Didahului oleh:
Duta Besar Indonesia untuk Filipina
1965
Diteruskan oleh:
Abdul Karim Rasjid

Referensi

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Nazir Datuk Pamoentjak.
  1. ↑ Rizqa, Hasanul. "Saat Liga Arab Perjuangkan Kemerdekaan RI | Republika ID". republika.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-06-04.
  2. ↑ Umar Syadat Hasibuan, Muhammad. Revolusi Politik Kaum Muda. Yayasan Obor Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Imran, Amrin (1991). Mohammad Hatta:Pejuang, Proklamator, Pemimpin, Manusia Biasa. hlm. 14-15. Jakarta: Mutiara Sumber Widya. OCLC 9072338
  4. 1 2 Hardjosoediro, Soejitno (1984). Kronologi Pergerakan Kemerdekaan. hal.12 & 13. Jakarta:Pradnya Paramita.
  5. 1 2 3 Noer, Deliar (2012). Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. hlm. 24-27. Jakarta: Kompas. ISBN 978-979-709-633-5.
  6. 1 2 Imran, Amrin. "ibid". hal. 29.
  7. ↑ Wardani, Ravie (2021-08-11). "Jajang C Noer Artis Terbaik Era 1970-an, Anak Nazir Datuk Pamoentjak Motivator Pemuda Sumatera". iNews.ID. Diakses tanggal 2023-06-04.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan