Kamis, 22 Oktober 2026
18:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Nazir Datuk Pamoentjak

Nazir Datuk Pamoentjak

politisi Indonesia

Bagikan:
Mohammad Nazir
Datuk Pamoentjak
250px-Nazir_Datuk_Pamoentjak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nazir sebagai Duta Besar Indonesia untuk Prancis
Lahir
Mohammad Nazir

(1897-04-10)10 April 1897
Meninggal10 Juli 1965(1965-07-10) (umur 68)
AlmamaterUniversitas Leiden
PekerjaanPolitisi, diplomat
Dikenal karenaPejuang kemerdekaan
AnakJajang C. Noer
250px-Snapshot_20130115_12.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nazir Datuk Pamoentjak (duduk paling kanan). Foto diambil pada 1926.

Mr. Mohammad Nazir Datuk Pamoentjak (10 April 1896 – 10 Juli 1966) adalah seorang diplomat dan perintis kemerdekaan Indonesia.[1]

Kehidupan awal

Nazir merupakan putra Minangkabau asal Salayo, Solok, Sumatera Barat pasangan Kenek dan Sa'adiah. Ayahnya menjabat sebagai larashoofd di Selayo. Setelah lulus dari HBS Batavia, ia menuntut ilmu di Fakultas Hukum, Universitas Leiden.

Kiprah

Di Belanda, ia pernah menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia, sebuah pekumpulan mahasiswa yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.[2] Setelah Indonesia merdeka, Nazir Datuk Pamoentjak berkarier sebagai diplomat. Ia beberapa kali dipercaya menjadi duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat.

Pada Januari 1918, Nazir Datuk Pamuncak datang ke Padang sebagai utusan Jong Sumatranen Bond (JSB). Dia datang diutus untuk mendirikan cabang-cabang di Padang dan Bukittinggi. Di Padang, usahanya berhasil. Namun, tidak untuk di Bukittinggi.[3] Nazir berpidato di depan para pelajar di Padang bahwa pemuda-pemuda Jawa sudah lebih dahulu maju daripada di Sumatra dengan satu organisasi bernama Jong Java. Jong Java didirikan pada 7 Maret 1915 oleh dr. Satiman. Jong ini bersemboyan, Sakti, Budi, Bakti.[4] JSB sendiri baru berdiri pada 9 Desember 1917 untuk menyatukan semua pelajar dari Sumatra.[4] Berikut adalah isi pidatonya:[3]

Pemuda-pemuda Sumatra harus mengikuti jejak pemuda-pemuda Jawa. Kita tak boleh ketinggalan. Pemuda-pemuda Sumatra mempunyai tugas yang berat. Kita harus memajukan masyarakat Sumatra. Di tangan pemudalah, terletak nasib bangsa dan tanah air.

Pada tahun 1927, ia bersama Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo dan Abdulmajid Djojohadiningrat dipenjara oleh Kerajaan Belanda karena dituduh mengikuti partai terlarang. Ali Sastroamijoyo dan Nazir Pamuntjak dipenjara dua tahun.[5] Mereka semua dipenjara di Rotterdam.[6] Beruntung Mohammad Hatta menolak semua dakwaan tersebut dengan pidatonya, Indonesie Vrij pada sidang kedua tanggal 22 Maret 1928,[6] sehingga ia dan kawan-kawannya dibebaskan. Pembebasan mereka disambut baik oleh Mr. Duys (anggota parlemen Belanda waktu itu), dan Willem Drees, Perdana Menteri Belanda tahun 1945.[5] Setelah ditahan beberapa bulan, mereka berempat dibebaskan dari tuduhan, karena tuduhan tidak bisa dibuktikan.[5]

Nazir Datuk Pamoentjak mempunyai seorang putri tunggal bernama Lidia Djunita Pamoentjak yang lebih dikenal dengan nama Jajang C. Noer yang berkarier sebagai seniman dengan menjadi pemeran (aktris) dan sutradara.[7]

Untuk mengenang jasa-jasanya, namanya diabadikan menjadi salah satu ruas jalan di Kota Solok, Sumatera Barat.

Jabatan diplomatik
Jabatan baru Duta Besar Indonesia untuk Prancis
1950–1953
Diteruskan oleh:
Ida Anak Agung Gde Agung
Didahului oleh:
Duta Besar Indonesia untuk Filipina
1965
Diteruskan oleh:
Abdul Karim Rasjid

Referensi

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Nazir Datuk Pamoentjak.
  1. ↑ Rizqa, Hasanul. "Saat Liga Arab Perjuangkan Kemerdekaan RI | Republika ID". republika.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-06-04.
  2. ↑ Umar Syadat Hasibuan, Muhammad. Revolusi Politik Kaum Muda. Yayasan Obor Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Imran, Amrin (1991). Mohammad Hatta:Pejuang, Proklamator, Pemimpin, Manusia Biasa. hlm. 14-15. Jakarta: Mutiara Sumber Widya. OCLC 9072338
  4. 1 2 Hardjosoediro, Soejitno (1984). Kronologi Pergerakan Kemerdekaan. hal.12 & 13. Jakarta:Pradnya Paramita.
  5. 1 2 3 Noer, Deliar (2012). Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. hlm. 24-27. Jakarta: Kompas. ISBN 978-979-709-633-5.
  6. 1 2 Imran, Amrin. "ibid". hal. 29.
  7. ↑ Wardani, Ravie (2021-08-11). "Jajang C Noer Artis Terbaik Era 1970-an, Anak Nazir Datuk Pamoentjak Motivator Pemuda Sumatera". iNews.ID. Diakses tanggal 2023-06-04.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan