Jumat, 25 September 2026
15:57 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Bekantan

Bekantan

spesies monyet berhidung panjang

Bekantan
250px-Proboscis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Genus: Nasalis
Spesies:
N. larvatus
Nama binomial
Nasalis larvatus
Wurmb, 1787
250px-Nasalis_larvatus_range_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Bekantan,[2] kahau, kera belanda[3] atau monyet belanda[4] (Nasalis larvatus) adalah jenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna hitam kemerahan. Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan, rawa dan hutan pantai.[5] Ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lain adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Kampung Wisata Bekantan dijadikan sebagai tempat wisata edukasi.[6]Bekantan terdapat di Kalimantan Selatan, Timur dan Utara.

Spesies ini hidup di daerah yang sama dengan orangutan kalimantan dan monyet-monyet seperti lutung kelabu.[7] Bekantan termasuk kedalam genus monotipik Nasalis.[8][9]

Bekantan merupakan fauna identitas provinsi Kalimantan Selatan.[note 1] Hewan ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya proboscis monkey atau long-nosed monkey dalam bahasa Inggris, kera bekantan dalam bahasa Malaysia, bangkatan untuk Brunei, sementara penduduk sekitar juga menyebutnya pika, bahara bentangan, dan raseng.[10][11] Bekantan termasuk jenis mamalia yang dilindungi dari ancaman kepunahan akibat dari konversi lahan hutan dan degradasi habitat. Berdasarkan hal ini, Bekantan temasuk satwa dengan status terancam punah (Endangered) dalam daftar merah IUCN.[12] Spesies ini dilindungi baik oleh organisasi dunia maupun pemerintah Indonesia.[note 2] Spesies ini ditempatkan dalam CITES apendiks I.[13]

Taksonomi

Bekantan termasuk ke dalam subfamili Colobinae pada monyet dunia lama. Bekantan memiliki dua subspesies:

  • N. l. larvatus (Wurmb, 1787), yang hidup pada seluruh sebaran spesiesnya kecuali Kalimantan timur laut.[14]
  • N. l. orientalis (Chasen, 1940), yang hanya ditemukan di Kalimantan timur laut.[14]

Namun, perbedaan dari kedua subspesies tersebut hanya sedikit, sehingga tidak semua ahli mengakui N. l. orientalis.

Etimologi

Nama "bekantan" berasal dari bahasa Banjar, yaitu bekantang, yang secara harfiah berarti monyet.[15]

Kehidupan

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanan. Selain buah dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.

Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah one-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu, terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Hewan jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaput. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.

Populasi

Populasi bekantan di Kalimantan Selatan (Kal-Sel) yang merupakan satwa endemik pulau Kalimantan meningkat populasinya 10 persen dari tahun 2019 sekitar 3.000 ekor menjadi sekitar 4.000 ekor pada tahun ini berdasarkan laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)[16]

Galeri

  • Wajah bekantan
    Wajah bekantan
  • Bekantan sedang makan
    Bekantan sedang makan
  • Keluarga bekantan
    Keluarga bekantan
  • Sekelompok bekantan di tengah hutan
    Sekelompok bekantan di tengah hutan
  • Bekantan duduk di atas pohon
    Bekantan duduk di atas pohon
  • Bekantan duduk di atas pohon
    Bekantan duduk di atas pohon
  • Lukisan bekantan di Pusat Primata Schmutzer, Ragunan, Jakarta

Catatan

  1. ↑ Bekantan ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 29 Tahun 1990.
  2. ↑ Bekantan merupakan jenis hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Referensi

  1. ↑ Meijaard, E.; Nijman, V. & Supriatna, J. (2008). "Nasalis larvatus". Daftar merah IUCN. 2008: e.T14352A4434312. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T14352A4434312.en. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-28. Diakses tanggal 12 Januari 2018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Bekantan". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ↑ "Kera belanda". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  4. ↑ "Monyet belanda". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  5. ↑ Massa, Yusran Nurdin; Fadilah, Ratnawaty; Iman, Akhzan Nur; Adila, Laila; Afifudin, Sulton; Nugroho, Ardiyanto Wahyu; Hukom, Frans Alexander A.; Arbiani, Aulia (2020). Bekantan dan Habitatnya di Sungai Hitam (PDF). Balitek KSDA.{{cite book}}: |first11= tidak memiliki |last11=; |first2= tidak memiliki |last2=; |first6= tidak memiliki |last6=
  6. ↑ "Kampung Wisata Bekantan Jadi Wisata Edukasi Keluarga di Balikpapan". Tribunkaltim.co. Diakses tanggal 2023-05-21.
  7. ↑ "Conservation of the Proboscis Monkey and the Orangutan in Borneo: Comparative Issues and Economic Considerations" (PDF). Working Papers on Economics, Ecology and the Environment. Maret 2007.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Bradon-Jones D.; Eudey A. A.; Geissmann T.; Groves C. P.; Melnick D. J.; Morales J. C.; Shekelle M.; Stewart C. B. (2004). "Asian primate classification". International Journal of Primatology. 25: 97–164. doi:10.1023/B:IJOP.0000014647.18720.32. S2CID 29045930.
  9. ↑ Lhota, S.; Yap, J.L.; Benedict, M.L.; et al. (2022). "Is Malaysia's "mystery monkey" a hybrid between Nasalis larvatus and Trachypithecus cristatus? An assessment of photographs". International Journal of Primatology. 43 (3): 513–532. doi:10.1007/s10764-022-00293-z. PMC 9039274. PMID 35498121.
  10. ↑ "Bekantan, Si Hidung Besar Nan Mempesona". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2019-10-22.
  11. ↑ "Foto: Monyet Belanda Cuma di Pulau Kalimantan". Mongabay Environmental News. 2012-04-27. Diakses tanggal 2019-10-22.
  12. ↑ "BEKANTAN SATWA ASLI KALIMANTAN SELATAN YANG BERADA DI WILAYAH KERJA KPH TANAH LAUT". Knowledge Management Infomation System KLHK | Forsitika (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-04.
  13. ↑ "Tag: Wisata Bekantan". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2023-05-21.
  14. 1 2 Harding, Lee E. (2015-12-01). "Nasalis larvatus (Primates: Colobini)". Mammalian Species (dalam bahasa Inggris). 47 (926): 84–99. doi:10.1093/mspecies/sev009. ISSN 1545-1410.
  15. ↑ "Bekantan: Simbol Kesehatan Hutan Kalimantan Yang Menawan". tamansafari.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 01 April 2025. Diakses tanggal 01 April 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |archive-date=
  16. ↑ "Populasi bekantan di Kalimantan Selatan meningkat 10 persen". 11 Juli 2022. Diakses tanggal 21 Mei 2023.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan