Minggu, 18 Oktober 2026
19:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Narathihapate

Bagikan:

Narathihapate atau Narathihapati adalah raja Pagan (1254-1287) di Myanmar utara dan merupakan putra dari Raja Uzana dan Ratu Su Lae Htone.[1]

Kemunduran Bagan dimulai pada era kekuasaan Raja Narathihapati. Pada 1274-1280, ia membangun pagoda mewah, Pagoda Mingalazedi, yang menyebabkan kemunduran dan kejatuhan ekonomi.[2]

Pada saat ini, Kekaisaran Mongol semakin kuat. Mereka mengirim duta besar menawarkan Kerajaan Pagan menjadi kerajaan dibawah Mongol. Narathihapati menolak dan membunuh utusan Mongol yang menyebabkan kemarahan Kublai Khan, raja Mongol.[1]

Pada tahun 1277, Mongol memenangkan Pertempuran Ngasaunggyan melawan Pagan dan menaklukan bagian utara Burma, menyebabkan Narathihapate melarikan diri, sehingga ia dijuluki "Tarakpyenrin", yang berarti "raja yang melarikan diri dari orang Tionghoa". Narathihapati lari ke anaknya yang menguasai Bassein sebagai gubernur. Namun, anaknya, Thiha Thu, karena malu dan mungkin tamak, mencoba membunuh ayahnya dua kali dan berhasil dengan meracuni Narathihapati. Pembunuhan ini menandai berakhirnya Kerajaan Pagan.[3]

Referensi

  1. 1 2 1.
  2. ↑ 2.
  3. ↑ 3.

1. (2006).Bagan: King of Bagans Diarsipkan 2010-02-13 di Wayback Machine
2. (2007).South East Asia to 1800
3. (2003).The Kingdoms of Burma Diarsipkan 2009-06-01 di Wayback Machine

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan