Minggu, 01 November 2026
17:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Naomi Kawase

Naomi Kawase

Tokoh wanita inspirasi dari Jepang

Bagikan:
Infobox orangNaomi Kawase
250px-Naomi_Kawase_Cannes_2014.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran30 Mei 1969 Suntingan nilai di Wikidata (57 tahun)
Nara Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaansutradara film,sinematografer,aktris,produsen,produser film,penulis skenario,penyunting film,pengarah Suntingan nilai di Wikidata
Periode aktif1992 Suntingan nilai di Wikidata –
20222022 Cannes Film Festival (en) Terjemahkan
2020Festival Film Cannes 2020
2017Festival Film Cannes 2017
20152015 Cannes Film Festival (en) Terjemahkan
2014Festival Film Cannes 2014
2011Festival Film Cannes 2011
2009Festival Film Cannes 2009
2007Festival Film Cannes 2007
2003Festival Film Cannes 2003
19971997 Cannes Film Festival (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahTakenori Sentō (en) Terjemahkan (1997–2000) Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Situs webkawasenaomi.com Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm0442905 Allocine: 20968 Allmovie: p222049 X: KawaseNAOMI Instagram: naomi.kawase Modifica els identificadors a Wikidata

Naomi Kawase (河瀨直美, Kawase Naomi, lahir 30 Mei 1969 ) adalah sutradara film asal Jepang. Kawase berfokus membuat karya film independen dan dokumenter. Filmnya banyak terinspirasi dari pengalaman dan lingkungan fisik serta spiritual yang melingkupi kehidupan pribadinya. Ia juga merupakan sutradara termuda yang memenangkan penghargaan Caméra d’Or di Festival Film Cannes melalui film debutnya yang berjudul Moe No Suzaku (Suzaku) (1997).[1] Filmnya yang lain, Mogari No Mori (The Mourning Forest) berhasil mendapatkan penghargaan Grand Prix pada Festival Film Cannes 2007.[2] Pada 2018, Kawase telah ditunjuk oleh Komite Olimpiade Internasional untuk mengabadikan film dokumenter Olimpiade Tokyo 2020 yang akhirnya diundur pada 2021 akibat pandemi global COVID-19.[3]

Kehidupan awal

Orangtua Kawase berpisah saat ia masih berusia 18 bulan.[4] Setelah perceraian tersebut, Kawase diasuh oleh paman dan bibinya.[5] Pada usia 14 tahun, pamannya meninggal dunia. Hingga saat ini, Kawase masih hidup bersama dengan bibinya. Dibesarkan di daerah pedesaan Nara menginspirasi Kawase untuk membuat film yang berlatar belakang kehidupan rural yang sedikit banyak menggambarkan pengalaman personalnya dengan orang-orang dari masa kecilnya.[4] Pengalaman ditinggalkan oleh kedua orangtuanya saat masih bayi meninggalkan luka bagi Kawase. Pengalaman ini mendorongnya untuk mengangkat keluarga sebagai tema sentral dalam film-filmnya. Ia berharap dapat mengisi kekosongan yang ia rasakan melalui film-film tersebut.[6]

Karier

Kawase menyelesaikan studinya di Osaka School Photography (sekarang berganti nama menjadi Visual Arts College) pada 1989. Semula ia tertarik untuk mendalami produksi televisi. Namun, dalam perkembangannya Kawase memilih untuk membuat film. Kawase membuat film dokumenter pertamanya saat mengambil studi di Osaka School of Photography pada akhir 1980-an. Saat itu ia mengangkat tema seputar lingkungan terdekatnya dan keluarganya, terutama bibi yang telah membesarkannya.[7] Ia lulus dari sekolah tersebut pada 1989.[8] Pada 2010, Kawase ikut menginisiasi Festival Film Internasional Nara.[9] Sepanjang kariernya dalam penyutradaraan film independen dan dokumenter, Kawase tidak banyak mendapatkan kesuksesan secara komersial. Ia memegang prinsip bahwa dunia perfilman harus berlandaskan pada cinta dan passion.[4]

Penghargaan

  1. Caméra d’Or untuk film Moe No Suzaku (Suzaku) (1997)
  2. Grand Prix pada Festival Film Cannes 2007 untuk film Mogari No Mori (The Mourning Forest) (2007)

Filmografi

  • Embracing (1992)
  • Katatsumori (1994)
  • See the Heaven (1995)
  • Sun on the Horizon (1996)
  • This World (1996)
  • The Weald (1997)
  • Suzaku (1997)
  • Mangekyo-Kaleidoscope (1997)
  • Hotaru / Firefly (2000)
  • Kya Ka Ra Baa (Sky, Wind, Fire, Water, Earth) (2000)
  • Letter from a Yellow Cherry Blossom (2002)
  • Shara (2003)
  • Kage-Shadow (2004)
  • Tarachime (Birth / Mother) (2006)
  • Mogari No Mori (The Mourning Forest) (2007)
  • Koma (2009)
  • Genpin (2010)
  • Home (2011)
  • Wasure Nagusa (2011)
  • Hanezu (2011)
  • Inori (2012)
  • A Field of Wasabi (2012)
  • Chiri / Trace (2012)
  • Still the Water (2014)
  • An (Sweet Bean) (2015)
  • Hikari (2017)[8]
  • Asa ga Kuru (True Mothers)[10]

Referensi

  1. ↑ "Naomi Kawase | Biography, Films, & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-06.
  2. ↑ Mason, C. M. (2007-05-31). "'Mourning' turns into celebration". The Japan Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-07-18.
  3. ↑ Lewis, Leo (2020-06-22). "Naomi Kawase: the film-maker ready to shoot the Olympics". www.ft.com. Diakses tanggal 2020-07-18.
  4. 1 2 3 Herald, The Korea (2014-05-12). "Naomi Kawase: 'masterpiece' worth the Palme D'Or". www.koreaherald.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-18.
  5. ↑ Schilling, Mark (2017-05-31). "Love comes as a light in the dark in 'Radiance'". The Japan Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-07-06.
  6. ↑ "Up Close and Personal: Kawase Naomi - Film Screening". Asia Society (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-19.
  7. ↑ Schilling, Mark (2016-06-22). "Keeping it real: Naomi Kawase on filmmaking". The Japan Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-07-06.
  8. 1 2 "Naomi Kawase". Zhao Wei Films (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-07-07.
  9. ↑ Sander Hölsgens (2018-07-11). "Filming too Close: Naomi Kawase and the Caring Filmic Gesture". Another Gaze: A Feminist Film Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-07-07.
  10. ↑ Lewis, Leo (2020-06-22). "Naomi Kawase: the film-maker ready to shoot the Olympics". www.ft.com. Diakses tanggal 2020-07-09.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan