Kamis, 29 Oktober 2026
19:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nanas kebebasan

Nanas kebebasan

Bagikan:
Nanas kebebasan
Hanzi tradisional: 自由鳳梨
Hanzi sederhana: 自由凤梨
Alih aksara
nama alternatif
Hanzi tradisional: 自由菠蘿
Hanzi sederhana: 自由菠萝
Alih aksara
250px-Taiwan_pineapples_sold_out_despite_being_much_more_expensive%2C_they_are_delicious_though.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Jepang, nanas Taiwan terjuang habis meskipun memiliki harga 240% dari nanas biasa

Nanas kebebasan (Hanzi:自由鳳梨) adalah sebuah tanggapan politik dan sosial terhadap pencekalan Tiongkok terhadap impor nanas dari Taiwan.

Ikhtisar

Pada 2021, pemerintahan Tiongkok mencekal impor nanas dari Taiwan hanya karena musimnya dimulai, mengklaim bahwa impor sebelumnya mengandung hama, klaim yang dipertanyakan oleh para pakar, produsen, dan pemerintah Taiwan. Menanggapi pencekalan tersebut, pemerintah Taiwan membujuk rakyat Taiwan dan sekutu diplomatik untuk meningkatkan konsumsi mereka terhadap “Nanas Kebebasan” Taiwan dan menjanjikan bantuan keuangan bagi para petani manapun yang tampak terpengaruh akibat pencekalan tersebut.[1] Kampanye nanas kebebasan diluncurkan oleh Menlu Joseph Wu di Twitter.[2]

Istilah “nanas kebebasan” adalah sebuah permainan kata dari kentang kebebasan.[3]

Referensi

  1. ↑ Davidson, Helen. "Taiwanese urged to eat 'freedom pineapples' after China import ban". www.theguardian.com. The Guardian. Diakses tanggal 3 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Cheng, Ching-Tse. "Taiwan minister launches 'Freedom Pineapple' campaign on Twitter". www.taiwannews.com.tw. Taiwan News. Diakses tanggal 3 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Aspinwall, Nick. "Taiwan Promotes 'Freedom Pineapples' in Response to Chinese Import Ban". thediplomat.com. Diakses tanggal 12 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan