Senin, 26 Oktober 2026
10:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Nanang Suherman

Nanang Suherman

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Nanang Suherman" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(November 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Nanang Suherman" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Desember 2023)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)
250px-Nanang_Suherman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
foto Nanang Suherman

Nanang Suherman[1] lahir di Probolinggo, 5 Januari 1987 (umur 34). Ia merupakan seorang pengusaha muda berkebangsaan Indonesia. Nanang merupakan pendiri merek lokal yang bergerak dalam industri kuliner dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Merek kuliner yang dimilikinya adalah Ayam Goreng Nelongso. Merek dengan kode ticker BAIK tersebut melantai di bursa saham pada 15 Februari 2024, dengan mencatatkan penurunan -78,42% dari awal tercatat hingga saat ini, menjadikannya sebagai IPO berperforma terburuk di tahun 2024. Hal ini kontras dengan pernyataannya di kanal berita CNBC Indonesia, di mana ia katakan akan peduli dan mengawal saham BAIK pasca IPO.[2] Mengawali usahanya di Kota Malang, saat ini cabang Ayam Goreng Nelongso sudah tersebar di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar.

Pendidikan

Nanang Suherman menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah di desa Kraksaan Probolinggo. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Merdeka jurusan Psikologi tahun 2005, dan juga mengambil kuliah Akuntansi di STMIK ASIA tahun 2007.

Kewirausahaan

Nanang membuka usaha ayam goreng sejak tahun 2008 di bawah naungan Anak Baik Corp. di Kota Malang. Dalam perjalanan membangun usahanya, dia pernah mengalami pasang surut usaha seperti dikejar-kejar oleh debt collector[3][4] dan outlet-nya terbakar habis.[5]

Saat ini Nanang Suherman aktif dalam pengembangan UMKM di Jawa Timur.[6][7][8] Kisah hidupnya yang pernah bangkrut dan menjadi pengasong [9][10][11] telah menginspirasi jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa.[12][13]

Kehidupan Pribadi

Nanang menikah dengan Yena Isna dan memiliki 6 orang anak.

Referensi

  1. ↑ "Situs Resmi Nanang Suherman". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal 2021-05-31.
  2. ↑ TV, CNBC Indonesia. "Video: Banyak Harga Saham IPO Anjlok, Begini Strategi Bos Ayam Goreng!". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2024-12-23.
  3. ↑ "Pernah Digebuki Debt Collector, Kini Sukses Punya 60 Outlet Kuliner Ayam Nelongso".
  4. ↑ "Nanang Suherman : Dulu Saya Sering ditagih Debt Collector". Kuliner Malang (dalam bahasa American English). 2021-04-22. Diakses tanggal 2021-05-31.
  5. ↑ "Warung Bebek Nelongso Terbakar".
  6. ↑ "Punya Visi Besar, Rahasia Sukses Nanang Suherman Ekspansi Ayam Goreng Nelongso ke Berbagai Daerah". Surya. Diakses tanggal 2021-05-31.
  7. ↑ "Dua Pengusaha Muda Bagikan Tips Survive selama Pandemi lewat Creative Talkshow Jatim Garage". Surya. Diakses tanggal 2021-05-31.
  8. ↑ "Jatim Garage Hadirkan Founder UMKM Lokal Go Nasional, Dorong Spirit Baru Usaha di Tengah Pandemi". Tribun Jatim. Diakses tanggal 2021-05-31.
  9. ↑ brilio.net (2016-06-22). "Nanang Suherman, pengasong koran yang kini punya 7 outlet kuliner". brilio.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-31.
  10. ↑ "Perjalanan Pengasong Koran Bangun Resto Ayam Goreng, Kini Miliki 68 Outlet". kumparan. Diakses tanggal 2021-05-31.
  11. ↑ "Kisah Nanang Suherman Sukses Kembangkan Ayam Goreng Nelongso, Dulunya Pengasong Koran". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-05-31.
  12. ↑ Malang, Unmer (2020-09-10). "Membangun Sisi Inspiratif dan Produktivitas Mahasiswa Dalam Webinar Ekonomi Pembangunan". Universitas Merdeka Malang. Diakses tanggal 2021-05-31.
  13. ↑ "Cara Sukses Usaha Kuliner Ala Nanang Ayam Nelongso". Diakses tanggal 2021-05-31.

Pranala luar

Nanang Suherman di Instagram

Nanang Suherman di Tiktok

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan