Rabu, 28 Oktober 2026
23:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nam phrik

Nam phrik

salah satu jenis saus

Bagikan:
Nam phrik
250px-Nam_phrik_num.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nam phrik khas Thailand Utara
Tempat asalThailand

Nam phrik adalah sambal atau bumbu pedas khas Thailand. Nam phrik adalah bahasa generik yang digunakan di Thailand untuk menyebut bumbu pedas sambal.[1]

Bahan yang digunakan untuk nam phrik adalah cabai segar, bawang putih, bawang merah, jeruk nipis dan beberapa jenis ikan atau terasi . Sambal ini dibuat dengan cara tradisional yaitu bahan ditumbuk bersama-sama menggunakan cobek dan ulekan. Untuk menambah citarasa biasanya nam phrik ditambah dengan garam atau kecap ikan.[1]

Nam phrik biasanya disajikan pada kecil piring di samping hidangan utama seperti sayuran mentah atau rebus, ikan, unggas dan daging.[2] Tergantung pada jenis, daerah dan keluarga yang mempersiapkan itu, nam phrik dapat bervariasi dalam tekstur dari cairan atau padat.

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Wiens, Mark (2012-07-03). "Thai Nam Prik - The Local Guide to Thailand's Fiery Chili Sauces!". Thai Street Food, Restaurants, and Recipes | Eating Thai Food (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-01-19.
  2. ↑ Wiens, Mark (2014-11-06). "How to Eat Thai Chili Sauce (น้ำพริก) Like a Thai". Migrationology - Food Travel Blog (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-19.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan