Kamis, 05 November 2026
02:31 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Nakhoda Mangkuto

Bagikan:
Nakhoda Mangkuto
Lahir
Meninggalsekitar 1740
PekerjaanSaudagar
AnakNakhoda Muda (Tayan)

Nakhoda Mangkuto (lahir di Bayang, Pesisir Selatan, Minangkabau – meninggal di Lampung, Hindia Belanda, sekitar 1740) adalah seorang saudagar Minangkabau pada paruh pertama abad-18 atau pada masa kolonial Belanda. Ia merupakan pedagang lintas pulau yang bergerak di antara pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan serta Karimata dan lainnya.[1]

Ia terusir dari Karimata oleh perompak Bugis yang terkenal pada masa itu. Nakhoda Mangkuto kemudian mencari perlindungan di negeri Banjar, di mana putranya Tayan lahir, hasil dari pernikahannya sewaktu di Karimata. Pada masa selanjutnya, ia pindah lagi ke Piabung, Lampung bagian selatan, dan memfokuskan usahanya pada perdagangan lada dengan wilayah Banten.

Nakhoda Mangkuto meninggal dunia sekitar tahun 1740. Anaknya, Tayan, yang kemudian bernama Nakhoda Muda, meneruskan usaha perdagangan lada dengan Kesultanan Banten, di mana kemudian membuat dirinya menjadi orang kaya dan akhirnya punya pengaruh yang cukup besar.

Referensi

  1. ↑ Denys Lombard. "Jaringan Asia". Gramedia Pustaka Utama. Diakses tanggal 12 Januari 2014.{{cite web}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan