Kamis, 01 Oktober 2026
00:18 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Bendungan Nahrawan

Sistem irigasi kuno di Persia, sekarang di Irak

Bagikan:
"Nahrawan" beralih ke halaman ini. Untuk pertempuran pada tahun 658, lihat Pertempuran Nahrawan. Untuk desa di Iran, lihat Nahrevan.

Bendungan Nahrawan (Persia: کانال نرهوان) adalah sistem irigasi utama pada masa Sasaniyah dan periode Islam awal di Irak Tengah. Bendungan ini berada di timur Sungai Tigris dan di aliran Sungai Diyala. Dibangun pada abad ke-6 dan digunakan secara besar-besaran sebagai suplai air utama ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah, Bagdad. Bendungan ini kemudian ditinggalkan pada pertengahan abad ke-10 pada masa kemunduran Kekhalifahan Abbasiyah.

Sejarah

250px-Nahrawan-Canal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendungan Nahrawan di dekat Samarra yang sedang kering, difoto oleh Gertrude Bell pada tahun 1909.

Pembangunan saluran irigasi pertama di Sungai Diyala dilakukan pada masa Kekaisaran Parthia. Kemungkinan, bendungan ini dibangun diatas hilir Sungai Diyala.[1] Pembangunan sistem kanal besar-besaran terjadi pada masa abad pertengahan ketika masa pemimpin Sasaniyah, Khosrau I (m. 531–579), menjadi pemimpin daerah itu. Khosrau I juga membentuk distrik administratif baru (Bazidjan Khusraw). Pencetakan koin juga mungkin dibangun di kawasan ini.[1]

Pada awal periode Islam, kota Jisr al-Nahrawan yang berada di tengah-tengah bendungan adalah tempat terjadinya Pertempuran Nahrawan, tepatnya pada 17 Juli 658, antara Ali dan Khawarij dengan pemimpin bernama Abdullah bin Wahab.[1] Di bawah khalifah, dan lebih tepatnya pada masa Abbasiyah yang menjadikan Bagdad sebagai ibu kota mereka, kawasan ini dipecah menjadi tiga distrik, yaitu: Nahrawan Hulu, Tengah, dan Hilir.[1]

250px-Iraq_under_the_Abbasid_Caliphate.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Irak pada era Abbasiyah dengan Bendungan Nahrawan ditandai.

Bendungan ini dihancurkan pada 937/938 ketika pemberontakan Bajkam melawan Ibnu Ra'iq; Ibnu Ra'iq berusaha menghentikan pergerakan Bajkam dari Wasith menuju Bagdad dengan membanjiri kawasan sekitar bendungan. Langkah tersebut nyaris tidak menghalangi Bajkam, alih-alih menghancurkan pertanian di kawasan tersebut, yang menjadi lumbung ibu kota Abbasiyah.[1][2] Hugh N. Kennedy menulis, "penghancuran Bendungan Nahrawan adalah contoh dramatis fenomenan yang terjadi pada saat itu; dan secara simbolis menandai kehancuran kekuasaan Abbasiyah, setelah penghancuran Bendungan Marib yang menandai kehancuran masa pra-Islam di Arabia Selatan".[2] Pemukiman di Nahrawan Hilir dan Tengah ditingalkan hampir 14 tahun, hingga Kekaisaran Seljuk, melalui gubernur Bihruz berusaha untuk mengembalikan kota-kota ini. Namun, menurut Yaqut al-Hamawi, sejarawan pada abad ke-13, perpecahan antardaerah Seljuk sendiri yang menghentikan pembangunan kanal dan penggunaan bendungan sebagai jalan tentara justru menghancurkan bendungan. Desa-desa di sekitar bendungan ditinggalkan setelah itu.[1][3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Morony (1993), pp. 912–913
  2. 1 2 Kennedy (2004), p. 197
  3. ↑ Le Strange (1905), pp. 59–60

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan