Rabu, 28 Oktober 2026
19:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Nadeen Ashraf

Bagikan:

Nadeen Ashraf (lahir 12 Maret 1998) adalah aktivis feminisme Mesir. Nadeen merupakan salah satu mahasiswi di American University in Cairo (AUC)[1] yang memantik Gerakan #MeToo di Mesir pada tahun 2020 dengan menggunakan media sosial.[2] Ia masuk dalam daftar 100 tokoh perempuan paling inspiratif dan berpengaruh dari seluruh dunia untuk tahun 2020 versi BBC.[3]

Kehidupan Awal

250px-Nadeen_Ashraf_American_University_in_Cairo_AUC_Conference_Panel_On_Sexual_Harassment_.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nadeen Ashraf saat menjadi salah satu panelis dalam konferensi tentang pelecehan seksual di Universitas Amerika di Kairo (AUC).

Nadeen lahir di Kairo pada tahun 1998. Ayahnya adalah seorang pengembang perangkat lunak dan ibunya adalah seorang ahli gizi.[2] Saat ia mulai belajar Filsafat dan Ilmu Politik di Universitas Amerika di Kairo pada tahun 2020, Nadeen membuat halaman akun Instagram bernama "Assault Police" untuk menggerakkan aksi publik melawan pelaku pelecehan seksual bernama Ahmed Bassam Zaki.[4] "Assault Police" kemudian berkembang menjadi platform bagi para ratusan penyintas untuk berbicara tentang kekerasan seksual di rumah, tempat kerja, dan lingkungan sosial.[5]

Referensi

  1. ↑ "Egyptian Women Speak Against the Unspoken". The Cairo Review of Global Affairs (dalam bahasa American English). 2020-12-09. Diakses tanggal 2024-06-06.
  2. 1 2 Walsh, Declan (2020-10-2). "The 22-Year-Old Force Behind Egypt's Growing #MeToo Movement". The New York Times. Diakses tanggal 2022-03-14.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "BBC 100 Women 2020: Who is on the list this year?". BBC. 2020-11-23. Diakses tanggal 2022-03-14.
  4. ↑ Khairat, Farah (2020-10-20). "Meet Assault Police's Nadeen Ashraf: The Student Behind Egypt's Anti-Harassment Revolution". Egyptian Streets. Diakses tanggal 2022-03-14.
  5. ↑ Eltahawy, Mona (2021-02-17). "Nadeen Ashraf". Time. Diakses tanggal 2022-03-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan