Minggu, 18 Oktober 2026
14:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Nada sambung

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Nada sambung" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Nada sambung (Inggris: ring-back tone) adalah suara yang diperdengarkan pada jalur telepon kepada pihak penelepon saat melakukan pemanggilan dan sebelum panggilan dijawab oleh pihak yang ditelepon. Versi personal dari nada sambung disebut nada sambung pribadi. Nada sambung dapat berbeda-beda di setiap negara tergantung kebutuhan spesifikasi nada sambung di negara tersebut.

Di Britania Raya dan negara-negara persemakmuran, nada sambung standar berupa bunyi bip ganda. Untuk kebanyakan negara, nada sambung berupa deretan bip 0,4 detik, jeda 0,2 detik, bip 0,4 detik dan 2 detik jeda. Di kebanyakan negara, bip berupa bunyi dari gabungan gelombang sinus 400 Hz dan 450 Hz.

Nada sambung pribadi

Sekitar tahun 2007, berkembang versi "pribadi" dari nada sambung. Dengan fitur ini, penelepon akan mendengar musik atau lagu yang telah dipilih oleh pihak yang dihubungi. Nada sambung pribadi dapat berupa musik, pesan pribadi atau salam, juga jenis suara lainnya. Pihak penyelenggara dapat menyediakan fitur ini secara gratis atau tidak tergantung pada layanan masing-masing penyelenggara.

Penggunaan di Indonesia

Kata Nada Sambung Pribadi atau disingkat NSP di Indonesia yang diperkenalkan oleh satu operator telepon seluler akhirnya menjadi merk yang kemudian dihindari penyebutannya oleh operator telepon seluler lainnya. Penggunaan istilah bahasa Inggris Ring Back Tone atau RBT menjadi lebih umum digunakan.

Panjang nada sambung pribadi umumnya berkisar 30 s/d 40 detik tergantung dari operator yang menyediakan layanan ini.

Nada sambung pribadi ini menjadi fenomena khusus di Indonesia mengingat produk ini harus dibayar oleh pelanggan telepon seluler tanpa bisa mendengarkannya sendiri dan pihak pemanggil justru yang menikmati suara dari nada sambung tersebut. Fenomena ini juga telah menjadi penyelamat industri musik di Indonesia di tengah meningkatnya pembajakan rekaman lagu. Nada sambung yang memperdengarkan lagu ini tidak bisa dibajak karena ditempatkan pada mesin dari operator telepon seluler. Pada perkembangannya nada sambung pribadi ini selain dimanfaatkan oleh industri musik juga digunakan oleh berbagai pihak untuk promosi dan himbauan.

Referensi

[1]

  1. ↑ Dutton, William H. (2013). The Oxford Handbook of Internet Studies (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0199583454.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan