Minggu, 18 Oktober 2026
21:24 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Nada-Nada Rindu

Nada-Nada Rindu

film Indonesia tahun 1987

Bagikan:
Nada-Nada Rindu
250px-Nada-nada_Rindu_%281987%3B_obverse%3B_wiki%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sutradara
  • Muchlis Raya
ProduserBudhi Sutrisno
Ditulis olehIbnu Burdah
PemeranRhoma Irama
Pupung Harris
Camelia Malik
Piet Pagau
Dana Christina
S. Bono
Anton Indracaya
Susy Bolle
Penata musikRhoma Irama
SinematograferSadeli HS
EditorSK Syamsuri
DistributorFirman Mercu Alam Film
Durasi122 menit
NegaraIndonesia
Pendapatan kotor

Nada-Nada Rindu adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1987 dengan disutradarai oleh Muchlis Raya.

Sinopsis

Karena kalah bersaing baik dalam musik maupun pacar Ramlan (Pupung Harris) menggunakan akal licik. Camelia Malik alias Mia (Camelia Malik) pasangan duetnya sukses besar dan pacaran dengan Rhoma Irama. Mula-mula Ramlan mengusulkan kepada produsernya Niko (Piet Pagau) untuk menarik Mia dari perusahan rekaman saingannya. Niko setuju, maka Ramlan beraksi. Ia menggunakan umpan Maya (Dana Christina) pacarnya yang kecanduan narkotika untuk merayu Rhoma dan menaroh obat di minuman Rhoma. Lalu Maya dipotret bersama Rhoma di tempat tidur, foto disebarkan ke surat kabar, hingga heboh, sementara ia menarik Maya ke perusahaannnya Niko dan membuat pementasan sendiri. Waktu hendak menggagahi Mia tindakan Ramlan kepergok Maya yang memang mencintainya hingga Maya membuka rahasianya. Ramlan mengancam Mia untuk tutup mulut. Rhoma yang terpukul dengan kejadian ini pergi menyepi ke tempat gurunya. Di sana ia disarankan ganti nama dan mulai lagi dari bawah. Rhoma menyamar menjadi Zulfikar dan berhasil diterima rekamam oleh Niko karena kemiripan dengan Rhoma. Niko sendiri menduetkan dengan Mia. Ramlan kembali cemburu lalu bersama temannya menghajar Rhoma di jalanan. Pada malam pertunjukan yang dijadwalkan ternyata Rhoma tetap tampil meski terlambat. Dan Mia membuka kedok Ramlan yang sebenarnya. Banyak lagu yang dilantunkan secara penuh hingga film terasa panjang sebagai upaya promosi lagu-lagu terbaru beliau melalui jalur film. Di akhir film, Rhoma dan Mia akhirnya menemukan Maya yang mengalami demensia di pinggir jalan layang akibat ulah Ramlan yang membenturkan kepalanya saat memergokinya dengan Mia waktu lalu. Berkat kemerduan suara Rhoma yang dulu pernah mengajarinya lagu "Kegagalan Cinta", akhirnya Maya dibawa Rhoma dan Mia untuk dikembalikan ingatan dan jiwanya.[1]

Referensi

  1. ↑ Laman Nada-Nada Rindu[pranala nonaktif permanen], diakses pada 26 Desember 2009

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan