Selasa, 22 September 2026
09:38 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Nederlandsch-Indische Artsen School

Nederlandsch-Indische Artsen School

sekolah kedokteran

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_leslokaal_in_het_nieuwe_gebouw_van_de_Nederlands-Indische_Artsenschool_%28NIAS%29_in_Soerabaja_TMnr_60039562.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruang kelas di gedung baru Sekolah Kedokteran Hindia Belanda (NIAS) di Surabaya KOLEKSI TROPENMUSEUM

Nederlandsch-Indische Artsen School (bahasa Indonesia:Sekolah Dokter Hindia Belanda), yang lebih dikenal dengan singkatan NIAS, adalah sekolah pelatihan kedokteran untuk siswa Jawa dan Pribumi lainnya yang beroperasi di Surabaya, Hindia Belanda dari 1913 hingga 1942. Setelah kemerdekaan Indonesia, sekolah ini dilebur ke dalam Universitas Airlangga.[butuh rujukan]

Sejarah

Sebelum berdirinya NIAS pada 1913, pada abad ke-19, terdapat jenis pelatihan di Hindia Belanda yang disebut Dokter Djawa, suatu bentuk sertifikasi medis dasar bagi orang Jawa yang tidak diizinkan bersekolah di sekolah-sekolah Eropa. Sekolah Dokter Djawa, yang didirikan pada 1851, awalnya hanya terdiri dari beberapa ruangan di rumah sakit militer di Batavia; pengajaran dilakukan dalam bahasa Melayu hingga sekitar 1875, dan setelah itu dalam bahasa Belanda.[1] Pada 1902, sebuah program medis berbahasa Belanda yang lebih ketat diluncurkan di Batavia, yang disebut Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra STOVIA. Jenis pelatihan yang diberikan di sana lebih ketat dan para siswanya menerima gelar ‘Dokter Hindia’ bukan Dokter Djawa.[1]

NIAS didirikan pada 1913 di sebuah rumah tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Berdirinya NIAS berdasarkan keputusan resmi Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie tanggal 8 Mei 1913  nomor 42 dan dimuat dalam Staatsblad  van Nederlandsch-Indie nomor 365 tahun 1913.[2] Perkuliahan awal dibuka pada tanggal 15 September 1913 oleh Direktur NIAS pertama, Dr. A. E. Sitsen, dan Kepala Bagian Persiapan, A. Bloemsma.[2]

Syarat umum penerimaan NIAS ialah umum, siapa saja dan ras mana saja.[2] Sejak tahun 1914, NIAS menerima siswa baru dari yang telah lulus MULO, dengan lama belajar 7 tahun.[2] Perkuliahan yang ditawarkan pada awalnya sangat mendasar, karena sumber daya dan guru sangat terbatas selama Perang Dunia I, dan tidak ada siswa yang lulus hingga awal 1920-an.[1] Kurikulum yang dipakai mengadopsi dari kurikulum STOVIA. Lama masa belajar ialah 10 tahun, yang dibagi dalam masa persiapan dana (3 tahun), dan belajar bagian kedokteran (7 tahun).[2]

Setelah perang berakhir, dana pemerintah disetujui untuk pembangunan gedung baru yang akan dilengkapi auditorium dan perpustakaan.[3]

Pada 1923, gedung baru yang dibangun khusus tersebut diresmikan dan angkatan pertama lulusan bersertifikat dikirim untuk memulai pengabdian mereka.[4] Selama 1920-an, institusi ini mempekerjakan sejumlah dokter lulusan Eropa sebagai instruktur, yang paling terkenal adalah Dr. Soetomo. Pada 1928, sebuah sekolah kedokteran gigi baru didirikan di sebelah NIAS, yang disebut School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT).[butuh rujukan]

Setelah invasi Jepang ke Hindia Belanda, NIAS ditutup pada bulan Maret 1942.[2] Guru-guru Belanda ditangkap dan dipenjara pihak Jepang sehingga aktivitas perkuliahan berhenti. Mahasiswa dari program tersebut dipindahkan ke Jakarta dan terdaftar di sekolah kedokteran baru yang dikelola Jepang bernama Ika Daigaku.[2] Setelah Indonesia merdeka dari Belanda, bekas NIAS tersebut digabungkan ke dalam universitas baru yang didirikan di Surabaya, Universitas Airlangga, yang diresmikan oleh Soekarno pada 1954.[5]

Lulusan terkemuka

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 Pols, Hans (2018). Nurturing Indonesia : medicine and decolonisation in the Dutch East Indies. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press. hlm. 47–51. ISBN 9781108424578.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Martini (2019). "Sekolah Kedokteran Hindia-Belanda di Surabaya Tahun 1913-1942".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. "De Nederlandsch-Indische artsenschool". Bataviaasch nieuwsblad (dalam bahasa Belanda). 1919-08-05.
  4. val Gelderen, J. (1927). Welvaart en welvaartsmeting in Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). Nijhoff.
  5. "Sejarah Singkat Universitas Airlangga". www.unair.ac.id. Universitas Airlangga. Diakses tanggal 20 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan