Jumat, 23 Oktober 2026
02:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Nicolaas Johannes Krom

Nicolaas Johannes Krom

Bagikan:
250px-Nicolaas-Johannes-Krom.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
N.J. Krom
page1-250px-thumbnail.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Krom, surat (1912)

Nicolaas Johannes Krom ('s-Hertogenbosch, 5 September 1883 - Leiden, 8 Maret 1945) adalah seorang orientalis, epigrafis, arkeolog, peneliti sejarah awal dan budaya tradisional Indonesia asal Belanda.[1][2] Ia merupakan salah seorang tokoh kelompok "mazhab Belanda" atas kajian historiografi filologis Indonesia.[1][2] Salah satu tulisannya yang pernah lama menjadi acuan mengenai sejarah kuno Indonesia adalah Hindoe-Javaansche Geschiedenis (1926).[2]

Referensi

  1. 1 2 owner, No (2015-01-12). "bwn3". resources.huygens.knaw.nl (dalam bahasa Dutch). Diakses tanggal 2017-10-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. 1 2 3 (Indonesia), Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional; (Indonesia), Pusat Penelitian Arkeologi Nasional; (Indonesia), Proyek Penelitian Arkeologi Jakarta (1986). Berita penelitian arkeologi. Proyek Pelita Pengembangan Media Kebudayaan, Departemen P. & K.


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan