Minggu, 25 Oktober 2026
09:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
N-Butillitium

N-Butillitium

senyawa kimia

Bagikan:
n-Butillitium
120px-N-butyllithium-tetramer-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tetramer n-butillitium
120px-Butyllithium-hexamer-from-xtal-3D-balls-A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heksamer n-butillitium
250px-Butyllithium-hexamer-from-xtal-3D-balls-C.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ambilan dekat dari ikatan yang terdelokalisasi antara butil dan litium
Nama
Nama IUPAC
butillitium, tetra-μ3-butil-tetralitium
Nama lain
NBL, BuLi,
1-litiobutana
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C4H9.Li/c1-3-4-2;/h1,3-4H2,2H3; checkY
    Key: MZRVEZGGRBJDDB-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/C4H9.Li/c1-3-4-2;/h1,3-4H2,2H3;/rC4H9Li/c1-2-3-4-5/h2-4H2,1H3
    Key: MZRVEZGGRBJDDB-NESCHKHYAE
  • CCCC[Li]
Sifat
C4H9Li
Massa molar 64,06 g·mol−1
Penampilan cairan nirwarna
tak stabil
biasanya diperoleh
sebagai larutan
Densitas 0,68 g/cm3, pelarut ditentukan
Titik lebur −76 °C (−105 °F; 197 K)(<273 K)
Titik didih 80 C
Dekomposisi eksotermik
Kelarutan Senyawa eter seperti THF, hidrokarbon
Keasaman (pKa) 50 (dari asam konjugat)[1]
Struktur
tetramerik dalam larutan
0 D
Bahaya
Bahaya utama Piroforik (terbakar secara spontan di udara),
terurai menjadi LiOH yang korosif
Senyawa terkait
sec-butillitium
tert-butillitium
heksillitium
metillitium
Senyawa terkait
litium hidroksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
250px-Glasbottles_containing_Butyllithium%2C_Buli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Botol kaca yang mengandung butilitium

n-Butillitium (disingkat n-BuLi) adalah sebuah reagen organolitium dengan rumus C4H9Li. n-Butilitium banyak digunakan sebagai inisiator polimerisasi dalam produksi berbagai elastomer seperti polibutadiena atau stirena-butadiena-stirena (SBS). Selain itu, senyawa ini secara luas digunakan sebagai basa kuat (superbasa) dalam sintesis senyawa organik seperti dalam industri farmasi.

Butillitium tersedia secara komersial sebagai larutan (15%, 25%, 1,5 M, 2 M, 2,5 M, 10 M, dan sebagainya) dalam alkana seperti pentana, heksana, dan heptana. Larutan dalam dietil eter dan THF dapat dibuat, tetapi tidak cukup stabil untuk disimpan. Produksi dan konsumsi tahunan dari butilitium dan senyawa organolitium lainnya di seluruh dunia diperkirakan mencapai 2000 hingga 3000 ton.[2]

Meskipun butilitium tidak memiliki warna, n-butillitium biasanya ditemukan sebagai larutan kuning pucat dalam alkana. Larutan tersebut stabil tanpa batas waktu jika disimpan dengan benar,[3] tetapi dalam praktiknya, larutan tersebut akan terdegradasi seiring waktu. Endapan putih halus (litium hidrida) akan mengendap dan warnanya berubah menjadi oranye.[3][4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Bernier, David. "Some useful pKa values". Org@Work. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Mei 2017. Diakses tanggal 30 Januari 2024.
  2. ↑ Schwindeman, James A. (1 Agustus 2014). "Preparation, Properties, and Safe Handling of Commercial Organolithiums: Alkyllithiums, Lithium sec-Organoamides, and Lithium Alkoxides". Organic Process Research & Development. 18 (10): 1192–1210. doi:10.1021/op500161b.
  3. 1 2 Brandsma, L.; Verkruijsse, H. D. (1987). Preparative Polar Organometallic Chemistry I. Berlin: Springer-Verlag. ISBN 3-540-16916-4..
  4. ↑ "n-Butyllithium solution". sigmaaldrich.com. Diakses tanggal 30 Januari 2024.

Bacaan lebih lanjut

Ikon rintisan

Artikel bertopik senyawa organik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan