Senin, 21 September 2026
15:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Mutianyu

Mutianyu

250px-Great_Wall_of_China_July_2006.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari Tembok Besar Mutianyu.
250px-Mutianyu_Great_Wall_Tower_13_View.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panorama Mutianyu dari menara 13.
Mutianyu
Hanzi: 慕田峪
Makna harfiah: "Kawasan lembah kekaguman"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Mùtiányù
Yue (Kantonis)
- Jyutping: Mou6-tin4-juk6

Mutianyu (Hanzi:慕田峪; Pinyin:Mùtiányù) adalah bagian dari Tembok Besar yang terletak di Distrik Huairou dalam batas kota Beijing, sekitar 70 km timur laut dari pusat kota. Bagian Tembok Besar Mutianyu terhubung dengan bagian Jiankou di barat dan Lianhuachi di timur. Sebagai salah satu bagian yang terpelihara dengan baik dari Tembok Besar, bagian Tembok Besar Mutianyu berfungsi sebagai penghalang di utara untuk mempertahankan ibu kota dan sebagai makam kekaisaran.

Pertama kali dibangun pada masa Qi Utara, pertengahan abad ke-6, bagian Tembok Besar Mutianyu lebih tua daripada bagian Tembok Besar Badaling. Selama Dinasti Ming, di bawah pengawasan komandan Xu Da (dikenal juga dengan nama Zhongshan Wang, Zhongshan atau Xu Zhongshan), konstruksi tembok yang masih ada sampai sekarang ini dimulai, dibangun di atas tembok sebelumnya. Pada 1404, sebuah jalan lintasan kecil dibangun di tembok ini.[1] Pada 1569, Tembok Besar Mutianyu dibangun kembali dan sampai hari ini sebagian besar masih terpelihara dengan baik. Tembok Besar Mutianyu memiliki skala konstruksi terbesar dan kualitas terbaik di antara semua bagian Tembok Besar.

Referensi

  1. Yu Mingzhong (1788). Rixiajiuwenkao, Volume 153, p. 2466


Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan