Kamis, 08 Oktober 2026
14:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Mustika Ibu

film Indonesia tahun 1976

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Mustika Ibu
SutradaraWisjnu Mouradhu
ProduserJeffry Sani
SkenarioSjufriamin Umar
CeritaSjufriamin Umar
PemeranDeddy Sutomo
Aminah Cendrakasih
Mansjur Sjah
Ade Irawan
Wolly Sutinah
Debby Cynthia Dewi
Bagus Santoso
A. Hamid Arief
Penata musikNuskan Syarief
DistributorMega Wijaya Film
Tanggal rilis
  • 1976 (1976)
Durasi122 menit
BahasaBahasa Indonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1977
  • Tata Artistik Terbaik : Suyono

Mustika ibu adalah sebuah film yang diproduksi pada 1976 berdasarkan autobiografi Gono Tirtowidjojo.

Sutradara dan Pemeran

Film ini disutradarai oleh Wisjnu Mouradhy dan diproduseri oleh Jeffry Sani serta diperankan oleh beberapa artis-artis besar seperti Deddy Sutomo; A.Hamid Arief; Aminah Cendrakasih; Mansjur Sjah; Maruli Sitompul; Eva Devi; Debby Cynthia Dewi; Bagus Santoso; Bambang Irawan; Wolly Sutinah; Ade Irawan; Moh Mochtar.

Penghargaan

Film ini juga memenangkan dua piala Citra pada Festival Film Indonesia tahun 1977 untuk penata artistik terbaik dan pemeran anak-anak terbaik serta mendapatkan penghargaan dari PWI Jaya.

Sinopsis

Film biografi tentang anak pribumi yang bernama Gono Tirtowidjojo, film ini menceritakan kisah perjuangan hidupnya dari seorang budak berlian hingga menjadi seorang pengusaha pelayaran yang sukses pada zamannya.

Film ini dimulai sejak Gono kecil sampai dewasa hingga melewati zaman Belanda, zaman Jepang, zaman awal kemerdekaan hingga zaman kemerdekaan. Karena tekanan ekonomi, Gono sejak lahir di jual ke orang Tiongkok dan hidup dari satu orang tua angkat ke satu ke orang tua angkat lainnya sampai akhirnya Gono bertemu dengan ibu kandungnya di Karawang, Indonesia.

Setelah dewasa, Gono berusaha untuk memperbaiki kehidupan ekonominya sampai akhirnya ia berhasil menjadi pengusaha pelayaran yang sukses pada zamannya. Pada masa perjuangan kemerdekaan Ia juga turut berjuang di Divisi Siliwangi dan ia juga aktif membantu perjuangan kemerdekaan dengan menyelundupkan senjata, pada masa perjuangan itulah ia tertangkap belanda dan disiksa minum air sabun hingga akhirnya ia menderita sakit paru-paru. Pada masa perjuangan itu pula Gono menikah dengan Tin, seorang gadis pribumi. Persoalan timbul saat Kwee, gadis Tionghoa yang dijodohkan padanya, datang ke Indonesia. Untung Tin bisa mengerti, dan akhirnya mereka hidup bahagia seatap hingga sampai Kwee meninggal dunia karena sakit.

Pemain

Sejumlah pemain yang terlibat dalam film ini diantaranya Deddy Sutomo, A.Hamid Arief, Aminah Cendrakasih, Ade Irawan, Bagus Santoso, Debby Cynthia Dewi, Wolly Sutinah, Mansjur Sjah, Bambang Irawan, Eva Devi, Maruli Sitompul, dan Moh Mochtar

Penghargaan

Film ini sudah memperoleh beberapa penghargaan, yaitu Piala Citra, FFI 1977,untuk penata artistik terbaik (Suyono), Piala Citra, FFI 1977,untuk aktor anak-anak terbaik (Bagus Santoso), dan Piala PWI Jaya

Catatan

Film ini dicetak juga dalam Bahasa Mandarin (3 copy)

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan