Minggu, 27 September 2026
12:59 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Musik kuno

Musik kuno

250px-Scena_di_commedia%2C_musici_ambulanti%2C_da_villa_di_cecerone_a_pompei%2C_9985%2C_03.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mosaik abad pertama dari Villa di Cicerone, Pompeii, disimpan di Museum Arkeologi Nasional, Napoli.

Musik kuno terdiri dari budaya dan praktik musik yang berkembang pada peradaban melek huruf di dunia kuno sebelum abad pertengahan awal (sebelum sekitar 500Masehi). Musik tersebut mengikuti musik masyarakat prasejarah dan mendahului kemunculan musik abad pertengahan pada era pasca-klasik.

Pusat-pusat musik kuno besar berkembang di Tiongkok, Mesir, Yunani, India, Iran/Persia, peradaban Maya, Mesopotamia, dan Romawi. Meskipun sangat beragam, musik peradaban kuno seringkali dikarakterisasikan oleh monofoni, improvisasi dan dominasi teks pada setting musikal.[1]

Referensi

  1. ↑ Grout, D. J. (1973). A History of Western Music. New York: W. W. Norton & Company. hlm. 4–5, 11. ISBN 978-0-393-09416-9 – via Internet Archive.

Sumber

  • Popley, Herbert (1921). The Music of India. Burma and Ceylon: National Council of YMCA India.
  • Prajnanananda, Swami (1963). A History of Indian Music. Calcutta: Ramakrishna Vedanta Math.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan