Kamis, 22 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Musibah Pulau Three Mile

Musibah Pulau Three Mile

Bagikan:
250px-Carter_leaving_Three_Mile_Island.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Jimmy Carter meninggalkan Pulau Three Mile ke Middletown.

Musibah Pulau Three Mile di Pennsylvania pada tanggal 28 Maret 1979 merupakan pencairan inti sebagian di Unit 2 (reaktor air bertekanan yang diproduksi oleh Babcock & Wilcox) di PLTN Pulau Three Mile di Dauphin County, Pennsylvania, dekat Harrisburg. Sejumlah orang memandang musibah ini sebagai titik balik bagi industri nuklir di Amerika Serikat.[1] Musibah Pulau Three Mile merupakan yang terpenting dalam sejarah industri pembangkit nuklir AS, mengakibatkan pembebasan lebih dari 481 PBq (13 juta Curie) gas radioaktif, tetapi kurang dari 740 GBq (20 Curie) iodin-131 yang amat berbahaya.

Peristiwa yang menimbulkan krisis di PLTN Pulau Three Mile itu termasuk beberapa kegagalan peralatan kecil, dan kesalahan operator.[1] Musibah Pulau Three Mile banyak dipandang sebagai kegagalan manajemen krisis:[2]

Operator reaktor tak dilatih untuk menangani keadaan bahaya, dan Nuclear Regulatory Commission (NRC) tak mengadakan komunikasi efektif dengan prasaranya. Apalagi, begitu bencana terjadi, jalur otoritas terbukti tak ditetapkan dengan baik. Khayalak menerima laporan yang saling bertentangan yang menyebabkan kepanikan dan evakuasi tak perlu. Kelemahan sistem pengaturan itulah yang menyebabkan orang membuat kesalahan.[2]

Sekitar separuh dari inti reaktor TMI-2 mencair, membebaskan banyak gas hidrogen ke sistem pendingin reaktor dan ke bangunan pengurungan. Untunglah, kerusakan serius itu tak menimbulkan jatuhnya korban jiwa, sebagian besar karena rancangannya yang kuat. Pembersihan TMI-2 terjadi dalam 11 tahun dan menghabiskan biaya sebanyak US$1 miliar.[1]

Bencana Pulau Three Mile menimbulkan kritik meluas atas teknologi nuklir, industri nuklir, dan NRC. Kritik menuding performa industri dan NRC yang buruk sebelum dan setelah musibah. Perhatian internasional melipatgandakan penentuan, dan meningkatkan kredibilitas gerakan anti-nuklir. Reaksi publik atas kejadian itu kemungkinan dipengaruhi oleh peluncuran (12 hari sebelum bencana) film berjudul The China Syndrome, menggambarkan musibah di reaktor nuklir. Tak dapat disangkal, industri nuklir AS tak pernah pulih.[3] Hal itu diikuti dengan terhentinya pembangunan ladang nuklir baru di AS.

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 3 Bernero, Robert M. March Madness (Book review) Diarsipkan 2007-08-08 di Wayback Machine American Scientist, November–December 2004. Diakses 1 Februari 2008.
  2. 1 2 Wellock, Thomas R. Three Mile Island: A Nuclear Crisis in Historical Perspective (Book review) The Historian, 22 September 2005. Diakses 1 Februari 2008.
  3. ↑ Barber, John F. Three Mile Island: A Nuclear Crisis in Historical Perspective (Review) Diarsipkan 2011-07-21 di Wayback Machine Leonardo online, 1 December 2004. Diakses 1 Februari 2008.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan