Sabtu, 31 Oktober 2026
11:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Musibah KM Laut Teduh II

Bagikan:

Kapal Motor Laut Teduh II adalah kapal feri yang mengalami musibah kebakaran di 3 mil dari Pelabuhan Merak pada 28 Januari 2011 yang diperkirakan terjadi pada pukul 04:00 WIB.[1] Penumpang KM Laut Teduh II diperkirakan berjumlah 438 orang dan 31 orang kru kapal.[2] Akibat musibah kebakaran kapal ini 28 orang tewas, sementara 425 orang lainnya berhasil diselamatkan.[3][4] Kapal kemudian dikandaskan ke perairan Anyer agar tidak mengganggu lalu lintas kapal lainnya.[2] Kapal yang terbakar dapat dipadamkan setelah lima hari terbakar.[5]

Penyebab

KM Laut Teduh II yang melayani rute Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakahueni mengalami kebakaran disebabkan api yang diperkirakan berasal dari parkiran bus di dalam kapal.[1] Hasil penyelidikan pastinya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi.[6]

Evakuasi

Proses evakuasi terhadap penumpang dilakukan dengan mengerahkan bantuan delapan kapal feri dan lima kapal tunda.[7] Semua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Krakatau Medika, Cilegon.[1] Polisi Air, TNI Angkatan Laut, dan Badan SAR Nasional melakukan penyisiran untuk mencari penumpang yang lompat ke laut.[7]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan