Senin, 26 Oktober 2026
15:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Museum Teknik Jerman

Museum Teknik Jerman

museum di Jerman

Bagikan:
Douglas C-47B
Pesawat asli Douglas C-47B "Raisin Bomber" pada bagian fasad Museum Teknik Jerman.

Museum Teknik Jerman (bahasa Jerman:Deutsches Technikmuseum Berlin) yang berlokasi di Berlin, Jerman adalah salah satu museum teknik terluas di Eropa[1] yang memamerkan berbagai macam teknologi berbagai masa dan memberi penjabaran tentang hubungan bersejarah antara teknologi dengan kebudayaan manusia.[2] Museum Teknik Jerman adalah rumah bagi banyak artefak, mulai dari teknologi industri dan transportasi pada tahun 1800-an hingga teknologi informasi dan farmasi pada tahun terkini. Selain pameran artefak, museum ini juga memiliki perpustakaan sejarah teknologi serta taman luas yang dilengkapi dengan kincir angin, kincir air, bengkel pandai besi, restoran, dan pabrik bir.

Museum ini mudah ditemukan karena fasadnya dilengkapi pesawat Douglas C-47 asli milik Amerika Serikat (“raisin bomber”) yang diletakkan pada bagian fasad gedung museum. Pesawat ini merupakan salah satu yang mengantarkan sembako ke kota Berlin Barat pada masa Blokade Berlin.[3]

Sejarah

Museum Teknik Jerman didirikan pada tanggal 1 April 1982 dengan nama Museum Transportasi dan Teknologi.[4] Lokasi pembangunannya saat ini merupakan lokasi dari Stasiun Kereta Api Hamburger Bahnhof.[butuh rujukan] Nama Museum Teknik Jerman mulai digunakan pada tahun 1996 setelah lokasi museum dipindahkan ke Kreuzberg, Berlin.[5]

Koleksi

Koleksi pameran tetap Museum Teknik Jerman terdiri dari sektor teknologi industri, transportasi, media komunikasi, komputasi dan jaringan, serta kimia dan farmasi. Karena demikian banyaknya koleksi yang ada, untuk melihat semua koleksi dibutuhkan lebih dari satu hari.

Di antara koleksi populernya adalah artefak asli kereta api uap lokomotif yang dapat dilihat hingga detail interiornya. Pengunjung dapat melihat bagaimana mewahnya gerbong kereta Kelas Satu pada zaman dahulu. Area bawah kereta juga cukup luas sehingga pengunjung dapat memeriksa bagian bawah kereta api kuno tersebut. Selain itu, di area transportasi udara juga terdapat pesawat di area balkon luar ruangan dimana pengunjung dapat melihat kota Berlin. Konrad Zuse Hall yang memamerkan teknologi komputasi juga menjadi favorit bagi mereka yang ingin mepelejarai sejarah teknologi komputasi lebih jauh.

Galeri

  • Gerbong Kelas Satu Kereta Uap Jerman
    Gerbong Kelas Satu Kereta Uap Jerman
  • Pesawat asli Douglas C-47B Raisin Bomber di fasad Museum Teknik Jerman
  • Model perahu zaman dahulu di Museum Teknik Jerman
    Model perahu zaman dahulu di Museum Teknik Jerman

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "Deutsches Technikmuseum in Berlin | visitBerlin.de". www.visitberlin.de (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-27.
  2. ↑ "The Foundation". Deutsches Technikmuseum Berlin (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-27.
  3. ↑ "The Space Review: Raketen in Berlin". www.thespacereview.com. Diakses tanggal 2017-10-03.
  4. ↑ Abgeordnetenhaus von Berlin. Vorlage – zur Beschlussfassung – über Verordnung über die Errichtung der Stiftung „Deutsches Technikmuseum Berlin“ (PDF) (dalam bahasa Jerman). hlm. 2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Koesling, Volker (2000). "Das Restaurierungslabor im Deutschen Technikmuseum Berlin" (PDF). Berliner Beiträge zur Archäometrie. 17: 133.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan