Senin, 02 November 2026
19:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Museum Sonobudoyo Unit II

Museum Sonobudoyo Unit II

museum di Indonesia

Bagikan:

Museum Sonobudoyo Unit II adalah bagian dari Museum Sonobudoyo, saat ini menjadi kantor utama dan ruang penyimpanan koleksi, yang sebelumnya berada di Unit I. Sedangkan untuk pengunjung wisata museum diarahkan ke Unit I dan gedung pameran temporer eks-Koni.

Museum Sonobudoyo Unit II
330px-Museum_Sonobudoyo_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Sonobudoyo_Unit_II&revid=29655781&groups=_d1e3dedbbae07affb467618fc42273b71c4a1fdc&parser=parsoid
Peta interaktif area Museum Sonobudoyo Unit II
Informasi umum
Gaya arsitekturJoglo Limasan, Jawa
KotaJl. Wijilan, Ndalem Condrokiranan, Yogyakarta
NegaraIndonesia
Data teknis
Ukuran2500 m 2
Informasi lain
Akses transportasi umum40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Malioboro 3

Bangunan Lama

Luas museum yaitu 2500 m2 Bentuk bangunan merupakan sebuah joglo limasan lengkap dari halaman sampai bagian dalam. Berikut penjabaran bangunan museum yang sesuai dengan tata bangunan.

1. Halaman Luar

Halaman luar menggambarkan makrokosmos yang bersifat profan. Halaman luar dan bagian dalam dipisahkan cepuri beratap limasan dalam bentuk struktur Semar Tinandu dengan unsur bahu danyang, goyo dan bandogo yang bermakna menjaga dan mengayomi warga. Apabila masuk melalui regol Lar Badak sebagai sayap yang membentang menggambarkan keterbukaan diri menerima semua tamu yang masuk dengan segala keramah tamahan. Dari regol menuju kedalam menggambarkan mikrokosmos.

2. Kuncung

Kuncung adalah suatu bentuk banguna joglo yag berfungsi sebagai penghubung pintu masuk ruangan pendopo yang bersifat publik.

3. Pendapa

Pendapa adalah bentuk bangunan yang terletak di bagian depan dalam rangkaian rumah adat Jawa, biasanya bentuk bangunan terbuka tanpa penutup. Hal tersebut dapat diartikan bahwa pendapa dapat berfungsi sebagai ruang tamu, atau sebagai tempat yang tidak bersifat pribadi.

4. Peringgitan

Letak peringgitan berada di antara pendapa dengan bagian dalam yang berfungsi sebagai penghubung. Biasanya luasnya sepertiga dari luas ruangan pada bangunan induk dan menempati bagian depan dengan emper sebagai atapnya. Tinggi tanah lebih tinggi dari halaman luar yang disebut pelataran. Hal ini dikaitkan dengan kehidupan yang bersifat semi privat. Sedangkan ruangan yang menghubungkan pendapa dengan ruangan induk / dalem disebut rata wahana atau hantika wahana. Dalam tata bangunan jawa peringgitan beratap setangkep atau dua tingkat. Dalam bahasa jawa atap disebut empyak.

5. Dalem

Dalem merupakan bagian tengah dari tata bangunan rumah Jawa. Luasnya sepertiga dari luas bangunan induk. Ruangan dalem terdiri dari tiga kamar yaitu senthong tengah, sentong kiwo, sentong tengen. Fungsi ruangan ini sebagai bentuk privasi dari pemilik rumah.

6. Gandok

Terletak di samping kanan dan kiri atau terletak di bagian belakang rumah. Gandok dalam tata bangunan diberi sela tapi jika menjadi satu dengan rumah bagian belakang atau samping dinamakan drutup. Arti kata gandok yaitu bergandengan yang berfungssi sebagai tempat menyimpan alat pertanian atau sebagai tempat menyimpan makanan. Namun dalam perkembangan gandok mengalami perubahan yang berguna untuk pengembangan museum.

Koleksi

Koleksi yang dipamerkan merupakan cerminan dari Yogyakarta. Koleksi dipamerkan dibagi menjadi lima ruang.

Ruang Pengenalan

Ruang yang terletak di pendapa dari Dalem Condrokiranan. Koleksi yang dipamerkan merupakan gambaran tentang provinsi Yogyakarta pada umumnya.

Ruang Flora Fauna

Di ruangan ini mengimformasikan berbagai jenis flora dan fauna yang mewakili Yogyakarta. Selain itu terdapat pula jenis-jenis bahan galian. Di sisi lain di ruang ini sebagai pelangkap di tambahkan koleksi dari masa prasejarah, Islam, klasik.

Ruang Sejarah dan Budaya

250px-Storage_room_for_ancient_manuscripts_at_the_Sonobudoyo_Museum_Unit_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruang penyimpanan manuskrip kuno.

Koleksi yang dipamerkan terdiri dari:

a. Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

b. Perjuangna perlawanan di daerah

C. Masa pergerakan nasional

d. Masa penjajahan Jepang

e. Masa perang revolusi

f. Masa orde baru

g. Bahasa

h. Pendidikan

i. Peralatan hidup.

Ruang Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta

Koleksi yang dipamerkan merupakan berbagai jenis kesenian di Yogyakarta.

a. Seni Arsitektur

b. Seni Pahat

c. Seni Lukis

d. Seni Musik

e. Seni Sastra

f. Seni Tari

Ruang Mata Pencaharian

Berbagai gambaran mata pencaharian di Yogyakarta.

Referensi

  • , (2003). Buku Panduan Museum Sonobudoyo Unit II Yogyakarta. Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta.{{cite book}}: |author= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan