Sabtu, 24 Oktober 2026
08:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Museum Shitamachi

Museum Shitamachi

museum di Jepang

Bagikan:
Museum Shitamachi
330px-Shitamachi-museum-ueno-japan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Shitamachi&revid=26920105&groups=_700146186d16ee643be0cefae9e41ee3440d4ffa&parser=parsoid
Didirikan1980
LokasiUeno, Tokyo
Koordinat35°42′37″N 139°46′21″E / 35.7102°N 139.7726°E / 35.7102; 139.7726
JenisBudaya Edo Tradisional
Akses transportasi umum
Situs webhttp://www.taitocity.net/taito/shitamachi/english/

Museum Shitamachi (下町風俗資料館, Shitamachi Fūzoku Shiryōkan) adalah sebuah museum yang terletak di tepi Kolam Shinobazu, Taman Ueno. Lokasinya ada di Ueno, Taito, Tokyo, Jepang. Museum ini didirikan untuk menampilkan budaya tradisional Shitamachi Tokyo.

Sebagai bagian dari tren nasional untuk membangun museum sejarah lokal, Total Media menjadi penanggung jawab untuk merancang pameran di museum ini. Museum ini mulai dibuka pada tahun 1980, enam tahun lebih dulu jika dibandingkan dengan Museum Fukagawa Edo dan tiga belas tahun sebelum Museum Edo-Tokyo.[1]

Latar belakang sejarah

Jika diartikan secara harfiah, Shitamachi dapat diartikan sebagai 'Kota Rendah'. Nama ini merupakan nama tidak resmi wilayah yang membentang dari Taitō hingga Chiyoda dan Chuō yang secara fisik merupakan dataran rendah di sebelah timur Sungai Sumida.[2]

Pada zaman Edo, kota ini dihuni oleh kelas bawah seperti pengrajin, nelayan, pelaut dan pedagang. Penghasilan daerah didapatkan terutama dari pusat hiburan dan perbelanjaan di wilayah ibu kota. Sisa dari Shitamachi pada masa lalu dapat ditemukan di sekitar Taito, misalnya di Asakusa. Untuk mengenang masa-masa tersebut, Museum Shitamachi menampilkan artefak asli agar pengunjung dapat merasakan suasananya.

Pameran

Lantai pertama

Pada sayap kanan museum, tersimpan replika rumah pedagang seukuran aslinya serta tempat membuat dan menjual geta (bakiak kayu bergaya Jepang). Selain itu, di depan toko juga terparkir becak tradisional dan kereta tarik tangan dari zaman Edo kuno.

Di sayap kiri museum, berdiri replika toko dan rumah petak kecil yang dihuni oleh dua keluarga. Toko yang pertama menjual permen murah sedangkan yang satunya lagi adalah tukang tembaga yang bekerja dan menjual barang dagangannya di sini. Beberapa properti seperti sumur dan papan cuci di samping rumah merupakan barang asli yang digunakan pada zaman Edo di Shitamachi. Semua benda yang dipamerkan merupakan sumbangan warga dan digunakan selama periode Taishō (1912–1926).

Lantai dua

Pameran yang lebih bervariasi ada di lantai dua museum. Di lantai dua dipamerkan berbagai jenis mainan, boneka, foto, peralatan dapur, permainan papan serta permainan kartu. Selain itu juga ada pameran yang berkaitan dengan festival dan acara lainnya. Salah satu pameran yang bisa dilihat di sini adalah pintu masuk pemandian umum (sentō) yang disumbangkan oleh pemilik aslinya.

Referensi

  1. ↑ Sand, Jordan, Tokyo Vernacular: Common Spaces, Local Histories, Found Objects, University of California Press, 2013, ISBN0520275667, p. 120
  2. ↑ "Low City, High City: Tokyo from Edo to the Earthquake: …". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-19.

Galeri foto

  • Shitamachi Museum, second floor
    Pameran di lantai dua Museum Shitamachi,
  • Shitamachi Museum exhibits
    Pajangan Pameran Museum Shitamachi
  • Traditional Japanese toys
    Berbagai Macam Mainan tradisional Jepang
  • Traditional Japanese toys
    Beragam Mainan tradisional Jepang
  • Blacksmith display
    Alat-alat pandai besi

Pranala luar

Internasional
Nasional
Akademik
Orang
Internasional
Nasional
Akademik
Orang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan