Bảo tàng Điêu khắc Chăm Đà Nẵng | |
Gedung Museum Seni Pahat Cham di Da Nang, Vietnam | |
![]() | |
| Didirikan | 1919 |
|---|---|
| Lokasi | Jalan 2 Tháng 9 No. 2, Da Nang, Vietnam |
| Koordinat | 16°03′36″N 108°13′22″E / 16.059894°N 108.222641°E / 16.059894; 108.222641 |
| Jenis | Museum arkeologi dan seni |
| Koleksi | Patung batu, relief, altar, prasasti, benda logam, dan peninggalan kebudayaan Champa |
| Situs web | https://chammuseum.danang.vn/ |
Museum Seni Pahat Cham (bahasa Vietnam:Bảo tàng Điêu khắc Chăm Đà Nẵng; bahasa Inggris:Museum of Cham Sculpture) adalah sebuah museum arkeologi dan seni yang terletak di Da Nang, Vietnam. Museum ini menyimpan dan memamerkan berbagai peninggalan seni pahat dari peradaban Champa, sebuah kerajaan yang pernah berkembang di wilayah Vietnam bagian tengah dan selatan. Koleksinya meliputi patung dewa-dewi Hindu dan Buddha, relief keagamaan, altar, prasasti, keramik, serta berbagai bagian bangunan suci yang berasal dari abad ke-5 hingga ke-15.[1]
Museum ini dibangun pada 1915 dan dibuka untuk umum pada 1919. Pendirian museum berkaitan dengan kegiatan pengumpulan dan penelitian peninggalan Champa oleh para arkeolog Prancis yang bekerja di wilayah Indochina Prancis. Salah satu lembaga yang berperan dalam pembentukannya adalah École française d'Extrême-Orient (EFEO), sebuah lembaga penelitian Prancis yang berfokus pada sejarah dan kebudayaan Asia.[2]
Museum Seni Pahat Cham memiliki salah satu koleksi seni pahat Champa terbesar di dunia. Menurut laporan VietNamNet pada 2019, museum tersebut menyimpan lebih dari 2.000 artefak bersejarah. Koleksi ini menjadi sumber penting untuk mempelajari perkembangan agama, seni rupa, arsitektur, dan kebudayaan masyarakat Cham selama lebih dari seribu tahun.[3]
Sejarah
Awal pengumpulan koleksi
Sejarah Museum Seni Pahat Cham berkaitan dengan kegiatan pengumpulan benda-benda peninggalan Champa yang dimulai pada akhir abad ke-19.
Pada masa tersebut, sejumlah arkeolog dan pejabat pemerintah kolonial Prancis menemukan patung serta fragmen bangunan kuno di berbagai wilayah Vietnam tengah. Benda-benda tersebut berasal dari kompleks candi, reruntuhan bangunan keagamaan, dan berbagai situs permukiman kuno.
Salah satu tokoh yang memulai kegiatan pengumpulan adalah Charles Lemire, seorang pejabat kolonial Prancis yang bertugas di Quang Nam. Pada 1892, Lemire memindahkan sekitar 50 patung dari berbagai situs ke sebuah taman di Tourane, nama yang digunakan untuk Kota Da Nang pada masa kolonial.[4]
Taman tersebut kemudian dikenal sebagai Tourane Garden dan menjadi tempat penyimpanan awal berbagai peninggalan Champa. Jumlah benda yang terkumpul terus meningkat setelah penelitian arkeologi dilakukan di sejumlah situs.
Pada 1893, Lemire mengusulkan pendirian sebuah museum yang dikhususkan untuk menyimpan benda-benda peninggalan Champa. Namun, rencana tersebut belum dapat diwujudkan pada masa itu.[4]
Pendirian museum
Gagasan pendirian museum kembali berkembang pada 1902 melalui kegiatan penelitian yang dilakukan oleh EFEO.
Arkeolog Prancis Henri Parmentier memiliki peran penting dalam penyusunan konsep museum. Ia mengusulkan agar bangunan yang didirikan menggunakan sejumlah karakteristik arsitektur Champa sebagai bagian dari rancangan bangunannya.[1]
Pembangunan museum dimulai pada 1915 dan pekerjaan bangunan utamanya selesai pada 1916. Rancangan arsitekturnya dibuat oleh dua arsitek Prancis, yaitu Delaval dan Auclair, dengan mempertimbangkan gagasan Parmentier mengenai unsur arsitektur tradisional Champa.
Museum kemudian dibuka untuk umum pada April 1919 dengan nama Musée de Tourane. Pada masa pembukaannya, museum memamerkan ratusan artefak yang diperoleh melalui kegiatan pengumpulan dan penelitian arkeologi.[4]
Kehadiran museum tersebut memungkinkan peninggalan seni pahat Champa yang sebelumnya tersebar di berbagai lokasi dihimpun dan ditampilkan dalam satu lembaga.
Perluasan bangunan
Pada dekade 1920-an dan 1930-an, koleksi museum mengalami penambahan melalui kegiatan penelitian dan penggalian arkeologi.
Sejumlah penemuan penting berasal dari kawasan Trà Kiệu pada 1927–1928 dan Tháp Mẫm pada 1934. Penambahan benda-benda tersebut menyebabkan ruang penyimpanan serta pameran museum tidak lagi memadai.
Pada awal dekade 1930-an, museum membangun dua sayap tambahan di kedua sisi bangunan utama. Perluasan tersebut selesai pada 1936 dan menghasilkan ruang pameran yang lebih besar.[4]
Pada 11 Maret 1936, kompleks museum yang telah diperluas diresmikan kembali dan diberi nama Musée Henri Parmentier sebagai penghormatan kepada arkeolog yang berperan dalam pengembangannya.
Koleksi museum kemudian disusun berdasarkan lokasi penemuannya. Beberapa ruang utama diberi nama Trà Kiệu, Mỹ Sơn, Đồng Dương, dan Tháp Mẫm.
Penataan tersebut bertujuan memudahkan pengunjung memahami hubungan antara benda-benda koleksi dengan situs arkeologi tempat benda tersebut ditemukan.
Perkembangan setelah kemerdekaan Vietnam
Setelah berakhirnya pemerintahan kolonial Prancis, pengelolaan museum mengalami sejumlah perubahan.
Pada 1963, museum menggunakan nama Museum Da Nang. Setelah perubahan politik di Vietnam pada 1975, pengelolaan koleksi terus dilanjutkan sebagai bagian dari kegiatan pelestarian warisan budaya.
Pada 2002, bangunan dua lantai ditambahkan di bagian belakang kompleks museum. Fasilitas tersebut menyediakan ruang untuk koleksi yang diperoleh setelah 1975, pameran tematik, serta kegiatan pendukung museum.[4]
Pada 2007, pengelolaan museum sejarah Da Nang dipisahkan dari Museum Seni Pahat Cham sehingga keduanya menjadi dua lembaga yang berbeda.
Renovasi berikutnya dilaksanakan pada 2016–2017. Pekerjaan tersebut mencakup pembaruan tata pameran, pencahayaan, ruang pendidikan, dan fasilitas pengunjung.[4]
Arsitektur museum
Bangunan Museum Seni Pahat Cham memadukan unsur arsitektur kolonial Prancis dengan bentuk-bentuk yang terinspirasi dari bangunan tradisional Champa.
Bagian utama museum memiliki dinding berwarna kuning, jendela tinggi, ruang pameran terbuka, serta berbagai unsur dekoratif yang mengingatkan pada arsitektur bangunan suci Champa.
Menurut portal pariwisata Da Nang, rancangan bangunan dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik menara dan candi Cham. Meskipun mengalami sejumlah perluasan, unsur utama arsitektur bangunan awal tetap dipertahankan.[1]
Kompleks museum juga memiliki halaman dan taman dengan pepohonan yang mengelilingi bangunan.
Pada renovasi 2016–2017, sistem pencahayaan dan tata letak benda koleksi diperbarui untuk meningkatkan kualitas pengamatan serta mendukung konservasi patung. Sejumlah benda yang sebelumnya ditempatkan terlalu berdekatan dipindahkan agar dapat diamati dengan lebih baik.[4]
Koleksi museum
Museum Seni Pahat Cham mengelola berbagai peninggalan sejarah yang berasal dari kerajaan Champa. Sebagian besar koleksi merupakan patung dan relief yang dibuat menggunakan batu pasir, meskipun terdapat pula benda dari terakota dan logam.
Benda-benda tersebut ditemukan di berbagai situs kuno di Vietnam tengah, termasuk Mỹ Sơn, Trà Kiệu, Đồng Dương, dan Tháp Mẫm.
Tema yang digambarkan dalam koleksi mencakup dewa-dewi Hindu, tokoh Buddha, hewan mitologis, penari, pemusik, serta berbagai simbol yang berhubungan dengan kehidupan keagamaan masyarakat Champa.[5]
Koleksi Mỹ Sơn
Koleksi Mỹ Sơn berasal dari kawasan Mỹ Sơn, sebuah kompleks bangunan suci Hindu yang berkembang sebagai pusat keagamaan kerajaan Champa.
Sebagian besar benda yang ditemukan di situs tersebut berkaitan dengan pemujaan Dewa Siwa. Koleksinya meliputi patung, altar, relief, dan berbagai bagian arsitektur bangunan keagamaan.
Salah satu peninggalan penting dalam koleksi tersebut adalah altar Mỹ Sơn E1, sebuah altar batu pasir yang berasal dari sekitar abad ke-7 hingga ke-8.
Altar tersebut memiliki relief yang menggambarkan berbagai adegan keagamaan dan kehidupan pertapa, termasuk figur pemusik serta tokoh yang sedang melakukan kegiatan ritual.
Menurut portal pariwisata Da Nang, altar Mỹ Sơn E1 menjadi salah satu koleksi yang telah ditetapkan sebagai Pusaka Nasional Vietnam.[6]
Koleksi lain dari kawasan Mỹ Sơn adalah patung Ganesa dan relief yang menggambarkan kelahiran Brahma. Kedua benda tersebut memperlihatkan hubungan kesenian Champa dengan tradisi Hindu yang berkembang di kawasan Asia Selatan.
Koleksi Trà Kiệu

Trà Kiệu merupakan salah satu situs arkeologi penting yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Champa.
Koleksi museum dari kawasan tersebut mencakup patung, relief, fragmen bangunan, serta altar yang digunakan dalam kegiatan keagamaan.
Salah satu karya yang terkenal adalah altar Trà Kiệu, sebuah altar batu pasir dengan relief yang menggambarkan sejumlah tokoh dalam berbagai posisi dan gerakan.
Altar tersebut memiliki bagian dasar yang dihiasi rangkaian relief naratif serta sejumlah figur penari dan pemusik.
Relief pada altar Trà Kiệu telah menjadi objek penelitian mengenai perkembangan seni pahat Champa dan penafsiran adegan-adegan keagamaan yang digambarkan pada permukaannya.
Pemerintah Vietnam menetapkan altar Trà Kiệu sebagai salah satu Pusaka Nasional pada 2012.[7]
Selain altar, terdapat patung Dewa Siwa dan berbagai relief yang memperlihatkan ciri khas gaya seni Trà Kiệu.
Koleksi Đồng Dương
Koleksi Đồng Dương berkaitan dengan perkembangan Buddhisme pada masa kerajaan Champa, khususnya sekitar abad ke-9.
Pada masa tersebut, Đồng Dương menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan Buddha di wilayah Champa.
Koleksi yang ditemukan di kawasan ini mencakup patung Buddha, Bodhisatwa, arca penjaga bangunan keagamaan, serta altar yang memiliki berbagai relief naratif.
Salah satu benda penting adalah altar Đồng Dương, yang dibuat dari batu pasir pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10.
Altar tersebut dihiasi relief yang memperlihatkan berbagai figur keagamaan dan adegan yang berkaitan dengan kehidupan Buddha. Benda ini telah ditetapkan sebagai Pusaka Nasional Vietnam pada 2018.[7]
Koleksi lain yang berasal dari Đồng Dương adalah patung perunggu Bodhisatwa Tara, yang juga dikenal dengan nama Laksmindra-Lokeshvara.
Patung tersebut menjadi salah satu peninggalan penting bagi penelitian sejarah seni Buddha di wilayah Champa.[6]
Koleksi Tháp Mẫm
Koleksi Tháp Mẫm berasal dari kawasan Bình Định yang menjadi salah satu pusat perkembangan kerajaan Champa pada masa akhir.
Penelitian arkeologi di Tháp Mẫm pada 1934 menghasilkan berbagai patung dan fragmen arsitektur dalam jumlah besar. Benda-benda yang ditemukan kemudian dipindahkan ke museum untuk disimpan dan dipamerkan.[4]
Koleksi tersebut mencakup patung Siwa, Brahma, hewan mitologis, serta berbagai hiasan bangunan yang berasal dari sekitar abad ke-12 hingga ke-14.
Salah satu karakteristik seni Tháp Mẫm adalah penggunaan bentuk figur yang besar dan dekorasi yang rumit.
Benda-benda dari kawasan ini memperlihatkan perkembangan gaya seni Champa pada masa yang lebih kemudian dibandingkan sebagian koleksi Mỹ Sơn dan Trà Kiệu.
Pusaka Nasional Vietnam
Museum Seni Pahat Cham menyimpan sejumlah artefak yang telah memperoleh status Pusaka Nasional Vietnam (bahasa Vietnam:Bảo vật quốc gia).
Penetapan tersebut diberikan kepada benda-benda yang dianggap memiliki nilai sejarah, kebudayaan, dan artistik penting bagi Vietnam.
Di antara koleksi yang memperoleh status tersebut adalah altar Trà Kiệu, altar Mỹ Sơn E1, patung Bodhisatwa Tara, altar Đồng Dương, patung Ganesa, serta patung Gajasimha.[6]
Pada Januari 2024, pemerintah Vietnam menetapkan tiga peninggalan tambahan dari koleksi museum sebagai Pusaka Nasional, yaitu relief kelahiran Brahma dari Mỹ Sơn E1, patung Siwa dari Mỹ Sơn C1, dan relief Apsara dari Trà Kiệu.
Dengan penambahan tersebut, museum memiliki sembilan benda berstatus Pusaka Nasional pada awal 2024.[6]
Pada November 2025, museum juga menyelenggarakan pameran khusus yang memperkenalkan berbagai Pusaka Nasional di wilayah Da Nang. Pameran tersebut menampilkan koleksi museum bersama sejumlah artefak bersejarah lainnya.[8]
Pelestarian dan pengelolaan koleksi
Pelestarian benda bersejarah menjadi salah satu kegiatan utama Museum Seni Pahat Cham.
Sebagian besar koleksi terbuat dari batu pasir dan telah berusia ratusan tahun. Benda-benda tersebut memerlukan penanganan yang sesuai untuk mengurangi risiko kerusakan akibat perubahan lingkungan, penanganan fisik, serta proses pelapukan.
Pada renovasi 2016–2017, museum memperbaiki kondisi ruang pameran dan tata letak koleksi. Perubahan tersebut mencakup penyesuaian pencahayaan, penggunaan alas pajang yang lebih sesuai, serta penataan ulang jalur pengunjung.[4]
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelestarian dan penyajian benda koleksi.
Selain galeri pameran, kompleks museum juga memiliki ruang penyimpanan, fasilitas konservasi, perpustakaan, serta ruang pendidikan dan kegiatan ilmiah.[4]
Pada 2011, Museum Seni Pahat Cham ditetapkan sebagai museum kelas satu dalam sistem klasifikasi museum Vietnam. Penetapan tersebut berkaitan dengan peran museum dalam pengelolaan dan pelestarian warisan kebudayaan Champa.[1]
Dokumentasi dan akses digital
Museum Seni Pahat Cham mengembangkan penggunaan teknologi digital untuk memperkenalkan koleksi kepada masyarakat.
Portal pariwisata Da Nang menyediakan dokumentasi tiga dimensi dan pemindaian digital terhadap sejumlah galeri utama museum, termasuk Trà Kiệu, Mỹ Sơn, Đồng Dương, dan Tháp Mẫm.
Dokumentasi tersebut memungkinkan pengunjung mempelajari bentuk serta detail artefak melalui media digital.[1]
Museum juga menyediakan panduan audio dan informasi koleksi melalui kode QR yang ditempatkan pada sejumlah ruang pameran.
Penggunaan teknologi tersebut membantu pengunjung memperoleh penjelasan mengenai sejarah, tempat penemuan, dan makna benda koleksi.
Selain melalui platform resmi, berbagai foto peninggalan seni pahat Champa yang disimpan museum telah tersedia di Wikimedia Commons. Dokumentasi tersebut mencakup gambar patung Buddha, Siwa, Ganesa, relief bangunan suci, altar, serta berbagai benda bersejarah lainnya.
Foto-foto tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan lisensi masing-masing berkas untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan pengetahuan mengenai sejarah seni Asia Tenggara.
Pendidikan dan penelitian
Museum Seni Pahat Cham tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan dan penelitian.
Koleksi yang disimpan menjadi sumber untuk mempelajari perkembangan agama Hindu dan Buddha, sejarah kerajaan Champa, teknik seni pahat, serta hubungan kebudayaan antara masyarakat Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Museum menyelenggarakan pameran tematik, kegiatan pendidikan, serta program yang memperkenalkan seni dan kebudayaan Cham kepada masyarakat.
Setelah pembaruan ruang pameran pada 2016–2017, museum menyediakan ruang khusus untuk memperkenalkan prasasti Champa, keramik Sa Huynh–Champa, dan tradisi kebudayaan masyarakat Cham kontemporer.[1]
Penyajian tersebut membantu menghubungkan peninggalan arkeologi dengan kebudayaan masyarakat Cham yang masih berkembang hingga masa kini.
Keberadaan museum juga memungkinkan pengunjung memahami perbedaan gaya seni dari berbagai wilayah penemuan. Pengelompokan berdasarkan situs arkeologi memberikan konteks mengenai perkembangan kebudayaan Champa di sejumlah pusat pemerintahan dan keagamaan.
Galeri
- Altar Trà Kiệu dengan relief naratif, salah satu Pusaka Nasional Vietnam.
- Altar Mỹ Sơn E1 dari sekitar abad ke-7.
- Altar Đồng Dương dari akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10.
- Patung Ganesa dari tradisi seni pahat Hindu Champa.
- Patung Siwa dari Trà Kiệu, sekitar abad ke-7 hingga ke-8.
- Patung Buddha dari Bình Định, sekitar abad ke-12.
- Patung Brahma dari tradisi seni Hindu Champa, sekitar abad ke-12.
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 "Da Nang Museum of Cham Sculpture". Da Nang City Tourism Information Portal (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- ↑ "Vietnam's oldest museum – home of Cham cultural treasures". Vietnam Pictorial (dalam bahasa Inggris). 2022-01-30. Diakses tanggal 2026-11-02.
- ↑ "100-year-old Da Nang Museum of Cham Sculpture". VietNamNet (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Cham Museum gets breath of fresh air". VietNamNet (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- ↑ "Da Nang Museum of Cham Sculpture". Visit Da Nang (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 3 4 "03 more Da Nang Museum of Cham Sculpture artifacts are now national treasures". Da Nang City Tourism Information Portal (dalam bahasa Inggris). 2024-01-29. Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 "Exploring national treasures at Da Nang Museum of Cham Sculpture". VietnamPlus (dalam bahasa Inggris). 2024-03-20. Diakses tanggal 2026-11-02.
- ↑ "National treasures displayed at Cham Sculpture Museum in Da Nang". SGGP English Edition (dalam bahasa Inggris). 2025-11-20. Diakses tanggal 2026-11-02.
