足立美術館 | |
Salah satu taman tradisional Jepang di Museum Seni Adachi | |
![]() | |
| Didirikan | November 1970 |
|---|---|
| Lokasi | 320 Furukawa-cho, Yasugi, Prefektur Shimane, Jepang |
| Koordinat | 35°22′48″N 133°11′39″E / 35.38001°N 133.19417°E / 35.38001; 133.19417 |
| Jenis | Museum seni |
| Koleksi | Lukisan Jepang modern dan kontemporer, keramik, karya lak, dan ukiran kayu |
| Pendiri | Zenkō Adachi |
| Situs web | https://www.adachi-museum.or.jp/en/ |
Museum Seni Adachi (bahasa Jepang:足立美術館, translit. Adachi Bijutsukan; bahasa Inggris:Adachi Museum of Art) adalah sebuah museum seni yang terletak di kota Yasugi, Prefektur Shimane, Jepang. Museum ini didirikan pada November 1970 oleh pengusaha dan kolektor seni Jepang, Zenkō Adachi. Museum Seni Adachi dikenal karena koleksi lukisan Jepang modern dan kontemporer serta taman tradisional Jepang yang dirancang sebagai bagian dari pengalaman menikmati karya seni.[1]
Salah satu ciri utama museum ini adalah perpaduan antara ruang pameran dan taman yang dapat disaksikan melalui jendela bangunan. Rancangan tersebut mencerminkan pandangan pendirinya bahwa taman dapat diperlakukan sebagai sebuah lukisan yang hidup. Museum ini memiliki koleksi sekitar 2.000 karya seni, termasuk sekitar 120 karya pelukis Jepang Yokoyama Taikan.[2]
Sejarah
Museum Seni Adachi didirikan oleh Zenkō Adachi, seorang pengusaha yang lahir di wilayah Yasugi pada 1899. Sejak muda, Adachi memiliki ketertarikan terhadap taman Jepang. Ketika menjalankan berbagai kegiatan usaha, ia juga mengembangkan minatnya terhadap seni lukis dan mulai mengumpulkan karya para seniman Jepang.
Pada 1970, ketika berusia 71 tahun, Adachi mendirikan museum di daerah asalnya. Pendirian museum tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kontribusi terhadap perkembangan kebudayaan Prefektur Shimane. Museum ini menggabungkan dua bidang yang menjadi perhatian utamanya, yaitu seni lukis Jepang dan perancangan taman.[3]
Salah satu peristiwa penting dalam perkembangan koleksi museum berlangsung pada 1979, ketika Adachi memperoleh sejumlah lukisan Yokoyama Taikan dari Koleksi Kitazawa. Karya yang diperoleh dalam pembelian tersebut mencakup Autumn Leaves, Mountain after a Shower, dan Summer. Penambahan ini memperkuat kedudukan karya Taikan dalam koleksi museum.[3]
Museum Seni Adachi kemudian memperluas fasilitas pamerannya. Pada 2010, sebuah bangunan tambahan dibuka untuk menampilkan karya seni lukis Jepang kontemporer. Pada 2020, museum ini membuka Aula Rosanjin yang dikhususkan untuk karya seniman Kitaōji Rosanjin, yang berkarya dalam bidang keramik, kaligrafi, dan berbagai bentuk seni dekoratif.[4]
Koleksi seni
Koleksi Museum Seni Adachi terutama berfokus pada lukisan Jepang modern dan kontemporer. Museum ini menyimpan karya sejumlah seniman yang berperan dalam perkembangan seni lukis Jepang, termasuk Yokoyama Taikan, Takeuchi Seihō, Uemura Shōen, Hashimoto Kansetsu, Kawabata Ryūshi, dan Itō Shinsui.[5]
Karya-karya yang dipamerkan tidak terbatas pada lukisan. Koleksi museum juga mencakup keramik, ilustrasi untuk anak-anak, benda berlapis lak, ukiran kayu, dan berbagai karya seni dekoratif. Di antara koleksi yang terkenal terdapat lukisan Innocence (1897) dan Autumn Leaves (1931) karya Yokoyama Taikan, serta Daughter Miyuki (1914) karya Uemura Shōen.[2]
Museum memiliki ruang pameran khusus untuk karya Yokoyama Taikan. Selain itu, terdapat ruang pameran utama dan ruang pameran tambahan untuk memperkenalkan seniman lain. Karya seni yang ditampilkan mengalami pergantian secara berkala, sehingga pengunjung dapat menyaksikan pilihan koleksi yang berbeda menurut musim dan jadwal pameran.[5]
Taman Jepang

Selain koleksi seni rupa, Museum Seni Adachi dikenal karena taman tradisional Jepangnya. Kompleks taman tersebut mencakup area seluas sekitar 165.000 meter persegi, termasuk kawasan alam yang menjadi latar pemandangan. Penataan taman memanfaatkan hubungan antara tumbuhan, bebatuan, air, dan pegunungan di sekitarnya untuk membentuk komposisi lanskap.[6]
Beberapa bagian taman memiliki gaya penataan yang berbeda, antara lain taman lanskap kering atau karesansui, taman lumut, taman kerikil putih dan pohon pinus, serta taman kolam. Perbedaan jenis vegetasi, bentuk bebatuan, dan susunan lanskap memberikan karakter tersendiri pada setiap bagian taman.[7]
Taman tersebut terutama dirancang untuk diamati dari dalam bangunan museum, bukan untuk dijelajahi secara langsung. Jendela-jendela besar membingkai pemandangan taman sehingga menyerupai lukisan. Pemandangan yang terlihat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergantian musim.[8]
Pendekatan tersebut berkaitan dengan gagasan Zenkō Adachi mengenai hubungan antara seni lukis dan alam. Ia menganggap taman sebagai bagian dari pengalaman artistik yang dapat membantu pengunjung memahami keindahan lukisan Jepang. Karena itu, rancangan taman dan ruang pameran museum saling melengkapi.[3]
Pengakuan dan penghargaan
Taman Museum Seni Adachi telah memperoleh pengakuan dalam berbagai publikasi mengenai taman Jepang. Sejak 2003, taman tersebut secara berturut-turut menempati peringkat pertama dalam pemeringkatan taman Jepang oleh majalah Amerika Serikat, Sukiya Living: The Journal of Japanese Gardening.[6]
Pemeringkatan tersebut mempertimbangkan kualitas estetika taman, bukan semata-mata luas atau ketenarannya. Para penilai mengamati berbagai taman di Jepang, termasuk taman milik penginapan tradisional, bangunan bersejarah, dan kediaman pribadi. Dalam pemeringkatan tahun 2022, Museum Seni Adachi mempertahankan posisi teratas untuk tahun ke-20 secara berturut-turut.[6]
Pada Agustus 2026, museum mengumumkan bahwa tamannya kembali memperoleh posisi pertama dalam pemeringkatan untuk tahun 2025. Hasil tersebut menjadikan Museum Seni Adachi berada di posisi teratas selama 23 tahun berturut-turut. Museum ini juga memperoleh pengakuan bintang tiga dalam Michelin Green Guide Japan.[9][7]
Lokasi dan akses
Museum Seni Adachi terletak di Furukawa-cho, Kota Yasugi, Prefektur Shimane, di wilayah barat Pulau Honshu. Lokasinya berada di kawasan pedesaan yang tidak jauh dari Matsue, ibu kota Prefektur Shimane.[1]
Pengunjung yang menggunakan transportasi umum dapat mencapai museum melalui Stasiun Yasugi. Dari stasiun tersebut tersedia layanan bus antar-jemput gratis menuju museum. Perjalanan dengan bus memerlukan waktu sekitar 20 menit.[10]
Di dalam kompleks museum terdapat ruang pameran, tempat menikmati teh, kafe, dan fasilitas bagi pengunjung. Berbagai sudut bangunan dirancang agar pengunjung dapat mengamati taman dari perspektif yang berbeda. Pemandangan alam menjadi bagian dari pengalaman mengunjungi museum, berdampingan dengan koleksi karya seni yang dipamerkan.[8]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 "Adachi Museum of Art". Travel Japan (dalam bahasa Inggris). Japan National Tourism Organization. Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 "FAQ's". Adachi Museum of Art (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 3 "About the Museum". Adachi Museum of Art (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- ↑ "Adachi Museum of Art". Japan Cultural Expo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 "Modern Japanese Paintings: Main Building". Adachi Museum of Art (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 3 "Japanese Garden at Adachi Museum of Art Ranked Top for Twentieth Consecutive Year". Nippon.com (dalam bahasa Inggris). 2022-12-28. Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 "Japanese Gardens". Adachi Museum of Art (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
- 1 2 Marcus, Lilit (2023-11-15). "Find out why this garden has been named 'the most beautiful in Japan' for 20+ years". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02 – via KTVZ.
- ↑ "Adachi Museum's Japanese Gardens Ranked as Number One for the 23rd Consecutive Year". Adachi Museum of Art (dalam bahasa Inggris). 2026-08-25. Diakses tanggal 2026-11-02.
- ↑ "Adachi Museum of Art". Japan-Guide.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-11-02.
