Kamis, 15 Oktober 2026
20:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Museum Nanjing

Museum Nanjing

museum pertunjukan seni di Republik Rakyat Tiongkok

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Museum Munisipal Nanjing.
Museum sejarah, museum seni in Nanjing, TiongkokTemplat:SHORTDESC:Museum sejarah, museum seni in Nanjing, Tiongkok
Nanjing Museum
南京博物院
250px-Nanjing_Museum_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Nanjing_Museum1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian luar Museum Nanjing
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Nanjing&revid=29857177&groups=_55e10b59c68f30fb32cd3b8a72496eebb762ce49&parser=parsoid
Didirikan1933
LokasiNanjing, Tiongkok
Koordinat32°02′33″N 118°49′10″E / 32.0425°N 118.8194°E / 32.0425; 118.8194
JenisMuseum sejarah, museum seni
Situs webwww.njmuseum.com

Museum Nanjing (Hanzi:南京博物院; Pinyin:Nánjīng Bówùyuàn) adalah sebuah museum yang terletak di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu di Tiongkok Timur. Dengan luas 70,000 meter persegi ([convert: unit tak dikenal]),[1] museum ini merupakan salah satu museum terbesar di Tiongkok. Museum ini memiliki lebih dari 400.000 benda-benda dalam koleksi tetapnya,[2] membuatnya salah satu museum yang terbesar di Tiongkok. Yang paling menonjol adalah koleksi museum yang sangat besar berupa porselen kekaisaran Ming dan Qing, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.[3]

Sejarah

Museum Nanjing adalah salah satu museum pertama yang didirikan di Tiongkok. Pendahulu Museum Nanjing adalah departemen persiapan Museum Pusat Nasional,[4] yang didirikan pada 1933. Museum ini menempati lebih 129 hektare ([convert: unit tak dikenal]) Taman Setengah Bukit di Gerbang Zhongshan. Cai Yuanpei, presiden persiapan pertama dewan museum, mengusulkan pembangunan tiga aula utama, dinamakan "Kemanusian," "Kerajinan tangan", dan "Alam". Karena ketidakstabilan politik Tiongkok pada tahun 1930-an, hanya Aula Kemanusiaan yang dibangun.[5] Semasa invasi Jepang, sebagian dari koleksi-koleksinya dipindahkan ke Tiongkok Barat Daya, dan pada akhirnya dipindahkan ke Museum Nasional Istana di Taipei ketika Kuomintang kalah dalam Perang Saudara Tiongkok.[4] Sejarawan Fu Sinian dan ahli antropologi dan arkeologi Li Ji pernah menjadi presiden persiapan, dan ahli arkeologi dan museologi Zeng Zhaoyu (曾昭燏) merupakan presiden perempuan pertama dan juga seorang pendiri Museum Nanjing. Pada 1999 dan 2009, perluasan museum dibangun.

Bangunan

250px-Nanjing_Museum2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail dari gerbang masuk

Bangunan utama dirancang oleh Liang Sicheng pada tahun 1930-an yang menggabungkan gaya arsitektur Tiongkok dan Barat. Bagian depan adalah struktur gaya tradisional dan dilengkapi atap genteng emas. Di bagian belakang adalah struktur atap datar bergaya Barat. adalah Sebuah balai seni yang mengacu pada arsitektur Tiongkok pada paruh pertama abad ke-20 ditambahkan pada tahun 1990-an di sebelah barat bangunan utama.[1]

Referensi

  1. 1 2 Gong Liang. "Nanjing Museum". China & World Cultural Exchange. 2006 (5): 16–19.
  2. ↑ "Treasures in Nanjing Museum". Chinaculture.org. 2008-07-14. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-03-04. Diakses tanggal 2013-09-12.
  3. ↑ "Porcelain Creatures Highlight Nanjing Museum". China.org.cn. 2003-10-29. Diakses tanggal 2013-09-12.
  4. 1 2 "National Palace Museum". artinasia.com. Diakses tanggal 2012-01-10.
  5. ↑ "Nanjing Museum: History". Nanjing Museum. Diakses tanggal 2012-01-10.

Pranala luar

32°02′33.52″N 118°49′12.62″E / 32.0426444°N 118.8201722°E / 32.0426444; 118.8201722

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan