Sabtu, 24 Oktober 2026
06:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Museum Katedral

Museum Katedral

museum di Indonesia

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaMuseum Katedral
museum Suntingan nilai di Wikidata
250px-Museum_Katedral_Jakarta_%282024%29_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Katedral&revid=29267991&groups=_16fa8efd9657acdbcd378bf2886dd28194eb0df7&parser=parsoidKoordinat: 6°10′7.53971″S 106°50′3.63138″E / 6.1687610306°S 106.8343420500°E / -6.1687610306; 106.8343420500 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJakarta Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Geografi
Bagian dariKatedral Jakarta Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
Tanggal peresmian28 April 1991 Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Kode pos10710 Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain
Situs webLaman resmi

Museum Katedral adalah museum khusus yang berada di bagian balkon dalam Gereja Katedral Jakarta.[1] Gagasan pendirian museum dicetuskan oleh pastor bernama Rudolphus Kurris.[2] Pada tahun 1988, Gereja Katedral Jakarta mengalami pemugaran secara menyeluruh dan balkon yang sebelumnya dimanfaatkan untuk paduan suara diubah menjadi museum.[3] Pendirian Museum Katedral bertujuan untuk melestarikan harta gereja yang berantakan dan nyaris hancur.

Peresmian Museum Katedral dilakukan pada tanggal 28 April 1991.[4] Peresmiannya diadakan oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, yaitu Julius Darmaatmadja. Kepemilikan dan pengelolaan museum diserahkan kepada paroki Gereja Katedral Jakarta. Museum ini beralamat di Jalan Katedral Nomor 7B, Kota Jakarta Pusat.[5] Titik koordinatnya di 6°10’07.7” Lintang Selatan dan 106°50’00.1” Bujur Timur. Museum ini dapat dicapai melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sejauh 28,2 km. Bila melalui Stasiun Juanda, museum ini hanya berjarak 1,2 km.[6]

Koleksi

Zona Ruang Penerima

Pada bagian pertama, para pengunjung disajikan penjelasan tentang tokoh Pastor Rudolphus Kurris. Ia adalah pendiri Museum Katedral,[7] dan kepala paroki pertama di Gereja Katedral Jakarta. Selain mendapatkan penjelasan tentang tokoh tersebut, pengunjung juga bisa melihat beberapa barang yang dahulu sering digunakan oleh Pastor Rudolphus Kurris, seperti jubah dan mesin ketik.[8]

Zona Panorama Sejarah

Zona Panorama Sejarah menampilkan sejarah bagaimana masuknya agama Katolik ke Indonesia. Penjelasan tersebut ditayangkan dalam bentuk video berdurasi 11 menit. Selain penayangan video, di zona ini juga ditampilkan beberapa penjelasan tentang sejarah masuknya agama katolik di timur Indonesia hingga dijelaskan tentang asal-usul terjadinya sebuah Keuskupan Agung di Jakarta.[8]

Zona Gereja Bawah Tanah

Di zona Gereja Bawah Tanah, digambarkan tentang kondisi penganut agama katolik pada masa penjajahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Pada masa tersebut belum ada pemimpin jemaat, dan semua kegiatan keagamaan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Alasannya, karena VOC datang membawa agama Protestan, dan mengawasi serta melarang kegiatan ibadah umat katolik[8]

Zona Prefektorat, Vikariat, dan Episkopat

Di zona ini ditampilkan foto para pemimpin dari tiga periode. Selain gambar foto, ditampilkan juga profil kehidupan dari tokoh-tokoh tersebut.[8]

Zona Koleksi Katedral

Pada bagian ini ditampilkan tentang sejarah berdirinya Gereja Katedral Jakarta. Selain penjelasan tentang pendirian geraja, pada bagian ini juga terdapat buku baptis pertama para umat, dan buku pemberkatan pernikahan pertama.[8]

Ruang Mini Teater

Ruang mini teater ini memiliki kapasitas untuk 40 orang. Di sini ditayangkan tentang film-film rohani tentang ajaran agama Katolik.[8]

Referensi

  1. ↑ Gereja Keuskupan Agung Jakarta (1 Juli 2012). "Riwayat Satu Abad Katedral Jakarta". Gereja Keuskupan Agung Jakarta. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  2. ↑ Setiawan, Bram (25 Desember 2019). "Mula Buku Baptis dan Catatan Pernikahan dalam Museum Katedral". Tempo.co. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  3. ↑ Album Budaya: Direkotori Museum Indonesia (PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. 2012. hlm. 116.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Ali-Fauzi, I., dkk. (Maret 2011). Saputro, Endy (ed.). Kontroversi Gereja di Jakarta. Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. hlm. 65. ISBN 978-602-96257-3-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. SAWAH BESAR". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 29 Mei 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  6. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 240. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 116
  8. 1 2 3 4 5 6 Simagunsong, Wasti Samaria (2022-12-05). "Ratusan Koleksi Museum Katedral Jakarta, Ada Potongan Tulang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-05-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan