Jumat, 02 Oktober 2026
00:38 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Museum Dullah

museum di Indonesia

Bagikan:
"Dullah" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Dullah (disambiguasi).
Museum Lukisan in Kota Surakarta, Jawa Tengah.Templat:SHORTDESC:Museum Lukisan in Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Museum Dullah
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Dullah&revid=29379588&groups=_4f17ae349cf4b378c5c6a426b7ab73046fd50dc1&parser=parsoid
DidirikanAgustus 1988
LokasiJalan Cipto Mangunkusumo No. 15 Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Koordinat7°33′51″S 110°48′39″E / 7.56421798°S 110.81076761°E / -7.56421798; 110.81076761
JenisMuseum Lukisan
Koleksi penting700 Lukisan karya Dullah
KoleksiLukisan
Ukuran koleksi920 lukisan
Karyawan2
Akses transportasi umumBandar Udara Adi Sumarmo (12,5 km), Stasiun Solo Balapan (2,3 km), Stasiun Solo Jebres (4,2 km), atau Terminal Tirtonadi (2,3 km)

Museum Dullah adalah sebuah museum yang berada di Jalan Dr. Sutomo, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.[1] Fungsi khusus dari pendirian museum ini untuk mengoleksi karya-karya Dullah. Peresmian museum Dullah dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan, pada tanggal 1 Agustus 1988. Selain karya pribadi, juga terdapat koleksi dari seniman Indonesia lainnya. Jumlah pengunjung yang diizinkan masuk mulai dibatasi sejak Dullah wafat pada tahun 1996. Sebagian besar koleksi museum berupa karya seni rupa dan seni lukis. Lukisan Dullah bercap mulai tahun 1939 sampai tahun 1993. Museum terbagi menjadi 12 ruangan. Masing-masing ruangan memiliki tema yang berbeda-beda. Ruangan utama berisi patung Dullah dengan posisi duduk sambil menyilangkan kakinya. Lokasinya tepat berada di titik koordinat 7°33’53.3” Lintang Selatan dan 110°48’38.6” Bujur Timur. Museum dapat dicapai dari arah Bandar Udara Adi Sumarmo (12,5 km), Stasiun Solo Balapan (2,3 km), Stasiun Solo Jebres (4,2 km), atau Terminal Tirtonadi (2,3 km).[2]

Pendiri

Museum Dullah didirikan oleh Dullah. Ia adalah salah seorang seniman maestro di Indonesia dan seorang perupa. Dullah lahir pada tanggal 19 September 1919. Karya-karya seni rupa yang dibuatnya mewakili sejarah pertempuran selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Bersama dengan para seniman muda, ia melakukan eksibisi pada 1949. Karya-karyanya dipamerkan di Legermuseum yang ada di Belanda. Buku berjudul Karya dalam Peperangan dan Revolusi menjadi alat dokumentasinya di tahun 1978. Dullah merupakan pendiri Himpunan Budaja Surakarta pada tahun 1950. Ia juga menjadi seniman resmi untuk Presiden Indonesia, Soekarno. Koleksi karya seninya dikumpulkan untuk dipublikasi.[3]

Referensi

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Laweyan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  2. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 404. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Museum Dullah". asosiasimuseumindonesia.org. Diakses tanggal 9 Juli 2021.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan