Minggu, 01 November 2026
07:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Muntaqal Akhbar

Muntaqal Akhbar

Bagikan:
Kabar yang Telah Dipilah
250px-MukhNailAuthar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul kitab terjemahan ringkasan Nailul Authar syarh Muntaqal Akhbar
PengarangMajdudin bin Taimiyyah
Judul asliMuntaqa al-Akhbar
BahasaBahasa Arab
SubjekHadis, Fikih
Tanggal terbit
circa 600-an H (1200-an M)
Diikuti olehNailul Authar, Bustanul Akhbar 

Muntaqa al-Akhbar atau Al-Muntaqa adalah kitab himpunan hadis hukum yang dihimpun oleh Majduddin bin Taimiyyah Al-Harrani (590 H - 652 H) yaitu kakek dari Ibnu Taimiyah. Kitab ini terdiri dari 5029 hadis, yang kemudian diuraikan oleh Imam Asy-Syaukani menjadi beberapa juz kitab penjelasan yang diberi judul Nailul Authar.[1]

Nailul Authar

Nailul Authar atau lengkapnya Nail al-Authar syarh Muntaqa al-Akhbar adalah kitab fikih yang disusun oleh Imam Syaukani (1172 H - 1250 H) sebagai kitab penjelasan dan uraian atas kitab Al-Muntaqa tersebut. Nailul Authar merupakan salah satu standar rujukan (maraaji’) bagi para penuntut ilmu syar'i (thalabul ilmi). Karakteristik kitab ini adalah dengan mengembalikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dengan mengacu kepada dalil ilmiah berdasarkan hadis-hadis yang shahih. Isinya memuat hadis-hadis hukum yang dihimpun dari berbagai kitab hadis seperti Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Ahmad, Jami' at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa'i, Sunan Abi Daud, dan Sunan Ibnu Majah juga kitab-kitab hadis lainnya.

Syekh Ibnu Malik ketika mengulas buku Muntaqa al-Akhbar karya Syekh al-Majd menyatakan: "Hukum fikih telah dilunakkan untuk Syekh al-Majd sebagaimana dilunakkannya besi untuk Dawud."[1] Dimasa ini kitab ini tersedia diantaranya dengan tahqiq oleh Muhammad Shubhi bin Hasan Halaaq. Juga terdapat pula ringkasan berjudul Bustanul Akhbar Mukhtashar Nail al-Authar yang disusun oleh Faishal bin Abdul Aziz Alu Mubarak.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan