Jumat, 06 November 2026
14:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Mumtaz Mahal

Mumtaz Mahal

Bagikan:

Mumtaz Mahal (bahasa Persia dan Urdu: ممتاز محل; dilafalkan [mumtɑːz mɛhɛl]; Agra, April 1593 - Burhanpur, 17 Juni 1631) adalah nama julukan bagi Arjumand Banu Begum, seorang permaisuri Shah Jahan yang dibangunkan untuknya Taj Mahal.

Mumtaz Mahal
Malika-i-Jahan
Nawab Mahd-i-'Aliya Begum Sahiba
250px-Mumtaz_Mahal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Mumtaz Mahal
Padshah Begum
Masa Jabatan19 Januari 1628 – 17 Juni 1631
PendahuluNur Jahan
PenerusJahanara Begum
LahirArjumand Banu
أرجوماند بانو
27 April 1593
Agra, Kekaisaran Mughal
Meninggal17 Juni 1631
Burhanpur, Kekaisaran Mughal
Pemakaman
Taj Mahal
AyahNawab Abu'l Hasan Asaf Khan Bahadur, Khan-i-Khanan
IbuDiwanji Begum
PasanganShah Jahan
Keturunan
AgamaIslam Syiah[1][2][3][4][5]

Arjumand Banu adalah anak dari Abdul Hasan Asaf Khan dan ketika menikah dengan Pangeran Khuram dalam usia 14 tahun, Kota Agra bersukacita atas kisah tentang kecantikannya. Ia sendiri adalah istri ke-3 dari Pangeran Khuram, yang kemudian menjadi Syah Jehan, dan merupakan istri terkasih. Arjumand Banu diberi nama Mumtaz Mahal pada tahun 1612 setelah pernikahannya dan sampai kematiannya tak terpisah dari suaminya. Sebagai lambang kepercayaan dan cinta, Mumtaz Mahal melahirkan 14 anak dan meninggal ketika melahirkan anak terakhir. Untuk cinta-kasih yang dipersembahkannya bagi suaminya, Mumtaz Mahal menerima penghormatan tertinggi tanah itu - lambang kerajaan - Mehr Uzaz dari Syah Jehan. Menurut legenda, cerita kebajikannya tersebar ke seantero Kesultanan Mughal.

Sultan dan permaisurinya yang sedang mengandung bergerak ke Dataran Tinggi Dekkan pada tahun 1630 untuk menindas Kekaisaran Lodi yang sedang mendapat kekuatan pada masa itu. Inilah perjalanan terakhir Mumtaz Mahal. Ia menghembuskan napas terakhir setelah melahirkan puteri bungsu mereka. Konon, saat menjelang ajalnya Mumtaz Mahal meminta suaminya dari atas tempat tidur untuk tidak menikah lagi dan mendirikan bangunan sebagai simbol cinta mereka dan bangunan ini harus luar biasa megah sehingga dikenal di seluruh dunia untuk mengenang cinta mereka dan suaminya yang setia segera menyetujuinya.

Pembangunan lambang itu memakan waktu 22 tahun dan sebagian besar perbendaharaan negara disumbangkan untuk membangun monumen untuk mengenang istri tercinta. Di Taj Mahal itulah Mumtaz Mahal dimakamkan.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan