Senin, 26 Oktober 2026
19:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Multi-angle Imaging SpectroRadiometer

Bagikan:

Multi-angle Imaging SpectroRadiometer (MISR) adalah instrumen ilmiah pada satelit Terra yang diluncurkan pada 18 Desember 1999 oleh NASA. Alat ini didesain untuk mengukur radiasi matahari yang dipantulkan oleh permukaan dan atmosfer bumi dalam berbagai arah dan spektrum gelombang. Alat ini mulai beroperasi bulan Februari 2000. Data yang dikumpulkan terbukti berguna untuk berbagai aplikasi, termasuk klimatologi dan pemantauan proses terestrial.

Instrumen MISR terdiri dari konfigurasi inovatif dari sembilan kamera digital yang mengumpulkan data dalam empat spektrum gelombang yang berbeda dari spektrum matahari. Satu kamera mengarah ke titik nadir dan kamera lainnya memiliki sudut sebesar 26.1°, 45.6°, 60.0°, dan 70.5° dari titik nadir. Saat instrumen melayang di atas bumi, setiap area dari permukaan bumi secara sukses didata oleh sembilan kamera dalam empat panjang gelombang (biru, hijau, merah, dan mendekati inframerah).

Data yang dikumpulkan MISR berguna bagi penelitian klimatologi mengenai disposisi fluks radiasi matahari di permukaan dan atmosfer bumi. MISR didesain untuk memantau secara bulanan, musiman, dan dalam jangka panjang mengenai perubahan konsentrasi partikel aerosol di atmosfer yang terbentuk secara alami ataupun oleh manusia. MISR juga mendata angin di udara bagian atas, tingkat pentupan awan, juga karakteristik permukaan bumi seperti struktur vegetasi lahan, persebaran tipe vegetasi lahan, dan karakteristik kebumian lainnya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan