Minggu, 11 Oktober 2026
02:49 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Terra (satelit)

Terra (satelit)

Bagikan:

Terra (EOS AM-1) adalah satelit penelitian multinasional NASA di orbit sun-synchronous di sekitar bumi. Satelit ini adalah bagian dari Earth Orbiting System. Satelit ini melakukan pengukuran simultan atmosfer, daratan, dan perairan Bumi untuk memahami perubahan Bumi dan mengidentifikasi dampaknya terhadap kehidupan di Bumi. Satelit ini berada pada orbit bumi rendah, sinkron matahari, polar kutub dengan inklinasi kemiringan sekitar 90 derajat sehingga jalur lintasan orbit melewati seluruh permukaan bumi. Satelit ini merupakan satelit utama Earth Observing System (EOS) dan satelit pertama dalam sistem tersebut, diikuti oleh Aqua (diluncurkan pada tahun 2002) dan Aura (diluncurkan pada tahun 2004). Terra diluncurkan pada tahun 1999.[1]

250px-Terra_spacecraft_model.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terra spacecraft model.
250px-Animation_of_TERRA_trajectory_around_Earth.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Animasi lintasan TERRA mengelilingi Bumi pada orbit polar dan orbit rendah Bumi

Nama Terra datang dari bahasa Latin yang berarti bumi. Satelit ini diluncurkan dari Vandenberg Air Force Base pada 18 Desember 1999, diterbangkan dengan roket Atlas IIAS dan mulai mengumpulkan data pada 24 Februari 2000.

Terra membawa muatan yang terdiri dari lima sensor jarak jauh yang didesain untuk memantau keadaan lingkungan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada iklim.

Instrumen yang dibawa itu diantaranya:

  • ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer)
  • CERES (Clouds and the Earth's Radiant Energy System)
  • MISR (Multi-angle Imaging SpectroRadiometer)
  • MODIS (Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer)
  • MOPITT (Measurements of Pollution in the Troposphere)

Referensi

  1. ↑ "NASA: TERRA (EOS AM-1)". nasa.gov. Diakses tanggal 2011-01-07.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan