Senin, 28 September 2026
09:47 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal

Multi-angle Imaging SpectroRadiometer

Multi-angle Imaging SpectroRadiometer (MISR) adalah instrumen ilmiah pada satelit Terra yang diluncurkan pada 18 Desember 1999 oleh NASA. Alat ini didesain untuk mengukur radiasi matahari yang dipantulkan oleh permukaan dan atmosfer bumi dalam berbagai arah dan spektrum gelombang. Alat ini mulai beroperasi bulan Februari 2000. Data yang dikumpulkan terbukti berguna untuk berbagai aplikasi, termasuk klimatologi dan pemantauan proses terestrial.

Instrumen MISR terdiri dari konfigurasi inovatif dari sembilan kamera digital yang mengumpulkan data dalam empat spektrum gelombang yang berbeda dari spektrum matahari. Satu kamera mengarah ke titik nadir dan kamera lainnya memiliki sudut sebesar 26.1°, 45.6°, 60.0°, dan 70.5° dari titik nadir. Saat instrumen melayang di atas bumi, setiap area dari permukaan bumi secara sukses didata oleh sembilan kamera dalam empat panjang gelombang (biru, hijau, merah, dan mendekati inframerah).

Data yang dikumpulkan MISR berguna bagi penelitian klimatologi mengenai disposisi fluks radiasi matahari di permukaan dan atmosfer bumi. MISR didesain untuk memantau secara bulanan, musiman, dan dalam jangka panjang mengenai perubahan konsentrasi partikel aerosol di atmosfer yang terbentuk secara alami ataupun oleh manusia. MISR juga mendata angin di udara bagian atas, tingkat pentupan awan, juga karakteristik permukaan bumi seperti struktur vegetasi lahan, persebaran tipe vegetasi lahan, dan karakteristik kebumian lainnya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan