Sabtu, 31 Oktober 2026
02:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mulenga Kapwepwe

Mulenga Kapwepwe

Bagikan:
Mulenga Kapwepwe
250px-Mulenga_Kapwepwe_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir7 Oktober 1958 (umur 68)[1]
AlmamaterUniversitas Zambia
PekerjaanPenulis
KerabatSimon Mwansa Kapwepwe (ayah)
Salome Kapwepwe (ibu)
Chileshe Mpundu Kapwepwe (saudara kandung)
Karier kepenulisan
Karya terkenalZambian Women's History Museum

Mulenga Kapwepwe[2] lahir di Lusaka tanggal 7 Oktober 1958. Dia adalah seorang perempuan penggiat seni Zambia yang menciptakan Revolusi Membaca di Afrika. Mulenga merupakan lulusan Universitas Zambia dan memperoleh gelar ganda bidang Psikologi dan Sosiologi. Dia selalu siap memberikan solusi untuk setiap tantangan yang dihadapi bangsanya.

Selama perjalanan hidupnya, dia telah menghasilkan berbagai karya berupa opera, cerita pendek, drama, program televisi dan radio yang membawanya menjadi penulis drama yang paling dicintai dan dihormati. Meskipun dia tidak memiliki edukasi formal pada bidang teater, dia tidak menganggap hal tersebut sebagai batasan untuk memulai karier [3]

Revolusi membaca di Afrika

Mulenga Kapwepwe besar dengan dikelilingi para pembuat perubahan yang membantu bangsa Afrika untuk merdeka dari penjajahan Inggris. Ayahnya, Simon Kapwepwe, adalah wakil presiden Zambia kedua, yang menjabat sejak 1967 hingga 1970. Sejak kecil, Mulenga Kapwepwe terbiasa membaca banyak buku. Hal tersebut mendorongnya untuk membangun perpustakaan agar orang-orang di negaranya memiliki kesempatan dan pengalaman yang sama dengannya.

Mulenga telah terlibat dengan banyak proyek yang bertujuan untuk membantu anak-anak muda di negaranya menentukan masa depan atau karier mereka. Dia telah berhasil membangun perpustakaan di Lusaka, ibukota Zambia.

Prestasi

Mulenga Kapwepwe pernah menjabat beberapa posisi penting. Di antaranya adalah Ketua Dewan Seni Nasional Zambia, badan resmi untuk bidang seni di Zambia, serta menjadi pembina untuk sejumlah asosiasi termasuk Asosiasi Seni Visual Wanita, Asosiasi Musik dan Tari Rakyat Zambia, Asosiasi Kebudayaan Pemuda, Asosiasi Budaya Ukusefya pa Ngwena, Dewan Seni Rupa Zambia, dan Asosiasi Penulis Wanita Zambia.

Mulenga juga memiliki posisi di Komisi Zambia untuk UNESCO, Institut Seni Afrika, dan Dewan Pimpinan Jaringan Arterial.

Referensi

  1. ↑ IFACCA (22 September 2009). "Profile of Mulenga Mpundu Kapwepwe" (PDF). Sydney: International Federation of Arts Councils and Culture Agencies (IFACCA). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-07-07. Diakses tanggal 20 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "BBC 100 Women 2020: Who is on the list this year?". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2020-11-23. Diakses tanggal 2022-03-10.
  3. ↑ "Mulenga Kapwepwe- Zambia's Queen of the Arts, Creating a Reading Revolution in Africa" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2015-08-07. Diakses tanggal 2022-03-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan