Jumat, 09 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Muhammad Syahbuddin Shahab

Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Bagikan:
Muhammad Syahbuddin Shahab
Lahir
AlmamaterUniversitas Albertus Magnus, Koln, Jerman
PekerjaanPejuang, pengusaha
Pasangan menikahMarie Therese

Muhammad Syahbuddin Shahab (lahir di Padang, Sumatera Barat) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pengusaha Indonesia. Ia aktif berjuang pada masa revolusi kemerdekaan. Kini ia berprofesi sebagai pengusaha dan bermukim di kota Koln, Jerman. Syahbuddin merupakan salah seorang pelopor pendirian Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman yang sekarang sudah mempunyai banyak cabang dan anggota yang berjumlah ribuan orang. Di samping itu ia juga merupakan Ketua Yayasan Gebu Minang Eropa.[1][2]

Riwayat ringkas

Syahbuddin lahir di Padang, Sumatera Barat. Ia sempat bersekolah di Perguruan Adabiyah Padang, tetapi terputus karena terjadinya revolusi, dan ia harus mengungsi ke Padangpanjang dan Solok. Selanjutnya ia ikut berjuang dengan berangkat ke Singapura untuk mencari senjata dan bahan kertas untuk Oeang Republik Indonesia (ORI), untuk diselundupkan ke Indonesia sebagai bekal melawan penjajah. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda I, Syahbuddin yang berada di Singapura tidak bisa pulang dan terpaksa bertahan di sana sambil bekerja di sebuah rumah makan sampai tahun 1947. Setelah mendapat bantuan akhirnya ia bisa kembali ke tanah air. Namun ia tidak pulang ke Padang tapi ke tempat kakaknya di Malang, Jawa Timur. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II ia ikut berjuang dengan menjadi gerilyawan pembawa obat-obatan untuk tentara di Jawa Timur.[3]

Referensi

  1. ↑ "Syahbuddin, Sahabat Sejatinya B.J. Habibie" Antara, 25 September 2012. Diakses 03 Agustus 2015.
  2. ↑ "Sahabat Sejati Habibie, Fasih Berbahasa Minang" Mimi Schlueter, Padang Ekspres, 25 September 2012. Diakses 5 Desember 2013.
  3. ↑ "Temui Sahabat Sejati yang Dirawat di Ortoporc Klinik Köln" TRIBUNnews, 24 September 2012. Diakses 5 Desember 2013.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan