Minggu, 27 September 2026
02:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Muhammad Mashabi

Muhammad Mashabi

Muhammad Mashabi
Muhammad_Mashabi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir
Muhammad Ridwan Mashabi

1932
Meninggal1963/1967 dalam usia 36
PekerjaanPenyanyi, Penulis lagu
Orang tuaSalim Mashabi
Salamah Mashabi
Karier musik
GenreMelayu[1]

Muhammad Ridwan Mashabi atau M. Mashabi adalah salah satu penulis lagu dan penyanyi musik Melayu asal Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada masa 1950-an dan 1960-an di Indonesia.[2] Bersama-sama dengan Husein Bawafie dan Munif Bahasuan,[3] ia merombak gaya musik Orkes Melayu Deli dengan mengganti beberapa instrumen serta struktur lirik dan lagu.[4] Bila sebelumnya lagu-lagu Melayu Deli berisikan pantun, syair, atau bentuk puisi lama lain,[5] pada masa mereka musik Melayu mulai memasukkan tema-tema musik populer seperti percintaan. Penggunaan gong mulai ditinggalkan dan tempo lagu lebih cepat.[6] Perubahan yang dilakukan merintis bentuk dangdut modern seperti yang dikenal sekarang.[7]

Apresiasi dan pengakuan

Sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas dedikasinya terhadap dunia seni musik Indonesia, namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, yakni Jalan M. Mashabi yang diresmikan pada tanggal 22 Juni 2022 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan.

Biografi

Kehidupan Awal

Mashabi lahir di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada tahun 1933 dari pasangan Salim Mashabi dan Salamah Mashabi. Ia adalah anak kedua dari 14 bersaudara. Ayahnya, Salim adalah seorang pemusik anggota Orkes Melayu al-Wardah.[6]

M.Mashabi lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang erat terkait dengan Al-Irsyad. Bahkan, salah satu kerabat dari pihak ayahnya, Syaikh Said Mashabi tercatat sebagai salah satu founding father dari Al-Irsyad. Keakraban keluarganya dengan organisasi tersebut membawa pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya.[8]

Pendidikan dasarnya pun ditempuh di Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, sebuah lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang dan dihormati di masyarakat, terletak di Gang Solang. Di sini, M.Mashabi tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga terlibat dalam pengembangan bakat seninya yang telah diasah sejak kecil.

Karier

Mashabi bergabung bersama Orkes Kelana Ria pada akhir tahun 1950-an. Bersama grup musik ini, Mashabi produktif melahirkan karya-karya emasnya. Bersama Mashabi, grup orkes melayu itu kemudian melakukan beberapa rekaman musik dan tampil di berbagai panggung.[6] Selain sosok Mashabi dan Munif Bahasuan, ada nama-nama seperti Husein Bawafie, Adi Karso, Lutfi Mashabi, Djuhana Sattar atau Ellya Khadam, yang kelak oleh generasi berikutnya ditahbiskan ikut berperan besar mengenalkan gaya musik melayu modern.[9]

Wafat

Muhammad Mashabi meninggal di usia muda, yaitu antara tahun 1963 atau 1967. Ia meninggalkan delapan adik, dan lima diantaranya adalah perempuan yang masih tinggal di rumah peninggalan orang tua mereka di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.[6]

Karya

Beberapa lagu ciptaannya yang menjadi abadi dapat disebutkan Renungkanlah, Harapan Hampa, Hilang Tak Berkesan, Ketjewa (dipopulerkan kembali oleh Iis Dahlia sebagai Kecewa), Keluhan Anak Tiri, Ratapan Anak Tiri (diadaptasi menjadi film yang menggunakan lagu ini sebagai soundtracknya), Untuk Bungamu, Kenangan Lama, dan Tjerita Lama.[4]

Lagu

  • Belas Kasih
  • Harapan Hampa
  • Hilang Tak Berkesan
  • Kesunyian Jiwa
  • Renungkanlah
  • Untuk Bungamu
  • Ratapan Anak Tiri
  • Jangan Mengharap
  • Kisah Lalu
  • Peristiwa Lama
  • Seruling Bambu

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Weintraub 2010, hlm. 78.
  2. ↑ Sakrie 2015, hlm. 92.
  3. ↑ Weintraub 2010, hlm. 85.
  4. 1 2 "Dangdut Mashabi dan Rhoma Irama". Republika.co.id. 2008-01-23. Diarsipkan dari versi asli pada 2017-10-30. Diakses tanggal 2017-08-04.
  5. ↑ Arifin, Zainal (2012). "Fungsi Gambus dalam Musik Melayu Deli di Sumatera Utara". Grenek: Jurnal Seni Musik: 67–75. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-04. Diakses tanggal 2017-08-04.
  6. 1 2 3 4 Affan, Heydar (2016-03-12). "Mashabi, Sang Peratap dari Tanah Abang". bbc.com. BBC. Diakses tanggal 2017-08-04.
  7. ↑ Ariefyanto, M Irwan (2012-02-08). "Musik Gambus Cikal Bakal Dangdut". republika.co.id. Diakses tanggal 2017-08-04.
  8. ↑ "M.Mashabi, Musisi Legendaris dari Kebon Kacang". 2023-09-06. Diakses tanggal 2025-09-26.
  9. ↑ Sakrie 2015, hlm. 93.

Bibliografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan