Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Muhammad Jujur" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (September 2023) |
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Muhammad Jujur | |
|---|---|
| Lahir | 26 Januari 1961 (umur 65) |
| Pekerjaan | Pencipta lagu, seniman dan pengajar |
| Orang tua | Ramoedin, Huriah Adam |
Muhammad Jujur (lahir 26 Januari 1961) adalah pencipta lagu dan seniman musik yang berasal dari Padang Panjang yang telah menciptakan sekitar 300 lagu anak-anak sejak tahun 1980-an. Berkat dedikasinya di dunia lagu anak-anak, ia diundang menjadi bintang tamu "Kick Andy" Metro TV pada tahun 2012 bersama sahabatnya. Bersama teman-temannya, ia membangun gerakan peduli lagu anak-anak lewat sanggar “Dunia Kita” di Padang Panjang..[1]
Kehidupan
Muhammad Jujur adalah putra ketiga mendiang Huriah Adam, koreografer perempuan Minangkabau yang pertama kali mengubah orientasi Tari Minangkabau pada 1968-1971. Tari Minangkabau yang sebelumnya berdasarkan pada gerak Tari Melayu diubah orientasi gerak pada pencak (silat) Minangkabau.
Huriah Adam meninggal dunia bersama puluhan penumpang lainnya di dalam pesawat Merpati PCMVS tipe 828 di kawasan Laut Painan, Pesisir Selatan, Sumatra Barat pada tahun 1971. Sejak itu, Minangkabau kehilangan tokoh koreografer legendaris yang gerak dan tarinya menginspirasi dan mengharumkan nama Indonesia, khususnya Sumatera Barat.
Mewarisi darah kedua orang tuanya yang merupakan seorang seniman, Jujur sudah mahir bermain gitar sejak kecil. Sebagian dari lagu anak-anak yang dibuatnya telah ditampilkan dalam video klip sederhana yang dibagi secara cuma-cuma untuk lingkungan masyarakat di Kota Padang Panjang.
Ia juga pernah mendapat dukungan dari pencipta lagu anak-anak legendaris, mendiang AT Mahmud dan Surtantio (putra Ibu Kasur) untuk membuat karya-karyanya dikenal secara nasional. Ia juga sangat dekat dengan keluarga mantan Presiden RI Soekarno, khususnya keluarga Sukmawati Soekarnoputri.
Muhammad Jujur sempat hijrah meninggalkan kampung halamannya Kota Padang Panjang selama lebih dari 30 tahun untuk mencari kehidupan yang lebih baik di sejumlah kota di Indonesia. Ia kemudian kembali pulang ke Padang Panjang, yang dijuluki sebagai Kota Serambi Mekkah, yang berhawa sejuk di kaki Gunung Singgalang. Ia hidup secara sederhana dan saat ini bekerja memasarkan gorengan bakwan ke beberapa sekolah di kota tempat tinggalnya. Di sela aktivitasnya, ia menyempatkan diri untuk melatih anak-anak di sekitar rumahnya bernyanyi dan bermain musik secara rutin.
Karier Pencipta Lagu
Karena mendapatkan perhatian dari beberapa orang tua yang anak-anaknya dilatih olehnya, Jujur diberikan bantuan untuk membuat video klip dengan perangkat sederhana. Meskipun menggunakan perangkat sederhana, hasilnya cukup profesional. Ia bercita-cita, suatu saat nanti yang entah kapan datang masanya, orang-orang dewasa di dunia pertelevisian kita dapat mengembalikan dunia anak-anak yang mulai hilang seiring hilangnya lagu anak-anak yang hampir tidak dapat lagi ditemukan di layar kaca.
Atas dedikasinya di dunia musik anak-anak, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, melalui Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, P.Si, M.Si., memberikan Piagam Penghargaan kepada Jujur pada acara Seminar Internasional Guru di Padang Panjang pada tahun 2010. Beberapa lagu ciptaannya telah beredar di tengah masyarakat Indonesia, khususnya album bersama diantaranya berjudul: Kembalikan Dunia Kami, Lagu-lagu TK Tema Juara Porseni Nasional, Senam Irama Ceria 2, Musik Cilik Musiknya Anak-anak, dan Dendang 12 Anak Minang.
Pada akhir tahun 2011, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat menggarap Drama Musikal Anak (Empat Episode) dalam bentuk DVD yang didalamnya dinyanyikan lima judul lagu ciptaannya, yaitu: Kawasan Dilarang Bohong, Pemberani, Maafkan Kakak, Coba Lagi, dan Dag-dig-dug.
Di usianya yang telah memasuki kepala lima, cita-citanya sangat sederhana, yaitu ingin mengembalikan dunia anak-anak dengan lagu-lagu yang bermoral dan mendidik mental anak serta mengandung nilai-nilai pendidikan agama di dalamnya. Salah satu lagu ciptaannya berjudul Kembalikan Dunia Kami mencerminkan semangatnya itu:
Mari bernyanyi bersama
Dalam dunia kita
Tepuk tangan bergembira
Lagu yang sederhana
Kita belum dewasa
Jangan sampai terpaksa
Meniru, bukanlah sifatmu
Berbanggalah, semua
Dunia kita berbeda
Duniaku, adalah milikku.
Melalui karya-karyanya, Jujur mencoba memanggil anak-anak Indonesia untuk pulang kembali ke rumahnya setelah sekian lama menginap di dunia orang dewasa. Ia beranggapan bahwa orang dewasa yang diiodalakan oleh anak-anak itu ternyata tidak memedulikan mereka atau bahkan menjadikan anak-anak untuk dieksploitasi dengan sangat keji sebagai tontonan saja. Ia menyebutnya sebagai "atraksi badut" yang menghibur dan mengisi waktu luang mereka. Sementara itu, para orang tua yang bekerja sebagai pengelola program televisi meraup keuntungan besar dalam pundi-pundi uang milik mereka.