Selasa, 29 September 2026
10:23 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Muhammad Arief

Muhammad Arief

pemusik dan penulis lagu Indonesia

Bagikan:
Muhammad Arief
250px-Muh._Arief.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Muhammad Arief ca 1900s
Lahir1904 atau 1905
Meninggal
(tanggal dan tempat meninggal tidak diketahui)
PekerjaanPencipta lagu
PasanganSayekti
AnakSinar Syamsyi
KerabatSayekti
Karier musik
GenreAngklung Caruk
InstrumenVokal

Muhammad Arief adalah seorang seniman Angklung Caruk khas Osing yang berasal dari Banyuwangi dan menciptakan tiga lagu pada masa Pendudukan Jepang. Dari ketiga lagu tersebut, Genjer-Genjer merupakan lagu yang paling populer.

Biografi

Muhammad Arief diperkirakan lahir pada tahun 1904 atau 1905 dan dia berasal dari keluarga santri. Dia adalah seorang petani dan seniman angklung. Pada masa Pendudukan Jepang, masyarakat Banyuwangi mengalami penderitaan yang lebih parah dibandingkan masa-masa sebelumnya. Melihat kondisi seperti ini, Muhammad Arief menyindir Jepang dengan menciptakan sebuah lagu. Dia membuat lagu yang berjudul Genjer-Genjer pada tahun 1953 dimana liriknya diambil dari lagu dolanan Tong Alak Gentak.[1][2]

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Muhammad Arief bergabung dengan organsasi Pesindo. Pada tahun 1950an, dia bergabung dengan Lekra dan menjabat sebagai ketua bidang kesenian. Semenjak bergabung dengan Lekra, Muhammad Arief mendirikan sebuah grup angklung yang bernama Seni Rakyat Indonesia Muda. Grup Srimuda sering tampil dengan lagu Genjer-Genjernya di acara PKI di Jakarta, Surabaya, dan Semarang dan juga di Banyuwangi setiap Njoto dan D.N Aidit berkunjung. Tidak hanya membentuk Srimuda, Muhammad Arief juga mendirikan kelompok kesenian angklung di hampir setiap desa di Banyuwangi.[3] Pada tahun 1955, dia terpilih dan diangkat sebagai anggota DPRDGR TKII Banyuwangi dari perwakilan golongan karya seniman.[4]

Kehidupan Akhir

Peristiwa Gerakan 30 September memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan hidupnya. Pada bulan Oktober 1965, Muhammad Arief ditangkap oleh tentara dan ditahan di markas polisi militer. Kemudian, Muhammad Arief dipindahkan ke Kalibaru dan setelah itu ke Lowokwaru. Dia ditahan di Lowokwaru sampai bulan Desember 1965. Setelah itu, tidak ada kabar lagi mengenai beliau.[5]

Diskografi

Solo

  1. Genjer-Genjer
  2. Lerkung
  3. Nandur Jagung
  4. Semeriwing Kembang Kopi

Referensi

  1. ↑ Tempo, Tim Buku (2014). Seri Tempo: Lekra dan Geger 1965. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 116-118. ISBN 9799106737.
  2. ↑ Setiawan, Andri. "Mohammad Arief Anak Santri". Historia.id. Diakses tanggal 18 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Tempo, Tim Buku (2014). Seri Tempo: Lekra dan Geger 1965. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 119-120. ISBN 9799106737.
  4. ↑ Ningtyas, Ika. "Duka Pewaris Naskah 'Genjer-genjer'". Tempo.co. Diakses tanggal 3 Oktober 2020.[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Tempo, Tim Buku (2014). Seri Tempo: Lekra dan Geger 1965. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 121. ISBN 9799106737.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan