Rabu, 28 Oktober 2026
07:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Muhammad al-Qunawi

Muhammad al-Qunawi

Bagikan:
250px-Muhammad_Qunawi_edition_of_al-Khalili%27s_universal_table.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cuplikan manuskrip abad ke-16 karya Muhammad al-Qunawi yang memuat tabel astronomi dan perhitungan trigonometri berdasarkan karya Syamsuddin al-Khalili.

Muhammad bin al-Katib Sinan al-Qunawi (?-1524) adalah seorang ahli astronomi dan juru waktu (muwaqqit) yang hidup pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Ia dikenal sebagai seorang pelopor dalam mengembangkan instrumen dalam menghitung waktu melalui ilmu astronomi. Di antara karyanya yang terkenal berjudul Hadiyat al-Muluk ("Hadiah untuk Para Raja") yang ditujukan untuk Sultan Bayezid II serta Mizan al-Kawakib ("Neraca Bintang-Bintang") yang berisi tabel untuk menghitung waktu dengan mengamati bintang-bintang. Ia tercatat menghasilkan 7 buku astronomi berbahasa Arab dan 4 buku astronomi berbahasa Turki. Ia meninggal pada tahun 1524. Setelah kematiannya, penemuannya dikembangkan oleh Mustafa bin Ali al-Muwaqqit, kepala dewan astronom pada masa Sultan Süleyman I.[1]

Asal

Informasi terkait biografi Muhammad al-Qunawi sangat sedikit. Nama belakangnya, al-Qunawi, mengindikasikan ia berasal dari Kota Konya yang sekarang berada di Provinsi Konya, Turki. Ayahnya bernama Sinan yang berprofesi sebagai seorang juru tulis kesultanan atau Katib pada masa Kesultanan Utsmaniyah.[1]

Referensi

  1. 1 2 Hockey, Thomas; et al. (2007). The Biographical Encyclopedia of Astronomers, Springer Reference. New York: Springer. hlm. 945–946.{{cite book}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan