| Mother's Day Quarry | |
|---|---|
| MDQ | |
![]() Peta interaktif Mother's Day Quarry | |
| Jenis | Fossil site |
| Lokasi | County Carbon, Montana |
| Koordinat | 45°13′24″N 108°49′40″W / 45.2234°N 108.8279°W / 45.2234; -108.8279 |
Tambang Mother's Day (bahasa Inggris:Mother's Day Quarry, disingkat MDQ) adalah sebuah situs fosil dari Jura Akhir, khususnya tahap Kimmeridgium, yang terletak di bagian bawah Formasi Morrison di kaki Pegunungan Pryor, Carbon County, Montana, Amerika Serikat. Nama situs ini mempertahankan unsur nama diri Mother's Day; Tambang tersebut dinamai demikian karena ditemukan oleh sukarelawan dari Museum of the Rockies pada Hari Ibu (Mother's Day) tahun 1994.[1][2]
Lebih dari 2.500 tulang dinosaurus dan fragmen kulit telah ditemukan dari situs tersebut. Hampir seluruh material vertebrata berasal dari sedikitnya 15–16 individu sauropoda diplodocid yang umumnya dirujuk sebagai Diplodocus sp., sedangkan fosil lain jauh lebih jarang dan mencakup sejumlah gigi theropoda, material tungkai stegosaurus, dan beberapa fosil avertebrata.[2][3]
Tambang ini penting bagi paleontologi sauropoda karena sebagian besar individu yang ditemukan berukuran jauh lebih kecil daripada Diplodocus dewasa yang biasa dikenal. Situs tersebut telah digunakan untuk mempelajari tafonomi, perilaku berkelompok, pertumbuhan dan ontogeni sauropoda, perubahan pola makan selama pertumbuhan, struktur kulit, serta kemungkinan warna tubuh diplodocid muda.[4][5]
Penemuan dan penggalian
Tambang Mother's Day pertama kali ditemukan oleh sukarelawan Museum of the Rockies pada Hari Ibu tahun 1994. Tim museum kemudian menggali lokasi tersebut selama dua musim lapangan dan mengumpulkan sekitar 500 elemen fosil.[1]
Penggalian berikutnya dilakukan oleh kru dari Cincinnati Museum Center antara 2000 dan 2012. Dalam periode tersebut sekitar 2.000 elemen tambahan berhasil dikumpulkan. Sejak 2017, penggalian diteruskan oleh Elevation Science Institute, yang sebelumnya bernama Bighorn Basin Paleontological Institute. Fosil-fosil yang ditemukan dipreparasi dan disimpan antara lain di Cincinnati Museum Center, Museum of Natural History and Science.[6]
Penggalian yang lebih baru menghasilkan tambahan fosil Diplodocus, gigi theropoda, impresi kulit, dan tulang-tulang yang menunjukkan kelainan patologis. Penemuan tersebut memungkinkan penelitian baru mengenai pertumbuhan, cedera, dan sejarah hidup hewan-hewan yang terkubur di lokasi tersebut.[6]
Geologi
Tambang Mother's Day berada dalam Formasi Morrison, satuan batuan sedimen Jura Akhir yang tersebar luas di Amerika Serikat bagian barat. Lapisan fosilnya terletak di bagian selatan Montana dan diperkirakan berasal dari Kimmeridgium.[1]
Lapisan yang mengandung tulang terdiri atas sekitar tiga meter batulanau berpasir masif dengan kerikil tersebar dan nodul karbonat. Fragmen lempung yang tercabut dan orientasi sejumlah tulang pada sudut tinggi menunjukkan bahwa sedimen diendapkan oleh proses berenergi relatif tinggi.[1]
Analisis tiga dimensi terhadap lapisan tulang mendukung interpretasi bahwa penguburan terjadi melalui aliran debris. Storrs, Oser, dan Aull merekonstruksi posisi tulang dan kemiringan purba endapan dan menyimpulkan bahwa Tambang Mother's Day merupakan contoh yang tidak biasa di Formasi Morrison karena merekam endapan aliran debris yang membawa atau mengubur kumpulan bangkai sauropoda.[7]
Tafonomi
Kumpulan fosil di Tambang Mother's Day merupakan sebuah bone bed dengan keragaman taksonomi rendah dan didominasi sauropoda diplodocid. Banyak tulang tidak menunjukkan abrasi kuat atau pemilahan hidraulik yang biasanya diharapkan apabila sisa-sisa tersebut telah diangkut dalam jarak jauh.[1]
Beberapa bagian kerangka ditemukan dalam hubungan anatomi atau semiartikulat. Bersama bukti jaringan lunak, keadaan ini menunjukkan bahwa sebagian bangkai terkubur sebelum mengalami disartikulasi dan pelapukan yang sangat lanjut.[1]
Myers dan Storrs mengusulkan skenario bahwa sekelompok sauropoda berkumpul di sekitar sumber air yang semakin terbatas pada masa kekeringan dan kemudian mati di lokasi atau di sekitarnya. Hujan deras setelah periode kering diduga menghasilkan aliran sedimen yang menguburkan sisa-sisa tersebut.[1]
Storrs dan kolega kemudian menguji hipotesis tersebut dengan rekonstruksi digital lapisan tulang. Hasilnya mendukung mekanisme penguburan oleh aliran debris, tetapi penyebab kematian dinosaurus sebelum penguburan tetap merupakan interpretasi tafonomi dan tidak dapat ditentukan secara langsung.[7]
Komposisi fosil
Hampir seluruh tulang dinosaurus dari Tambang Mother's Day berasal dari sauropoda diplodocid berukuran kecil yang secara umum dirujuk sebagai Diplodocus sp. Bureau of Land Management menyatakan bahwa lebih dari 2.500 tulang dan fragmen kulit telah ditemukan dan hampir seluruh tulang tersebut berasal dari sedikitnya 15 individu Diplodocus.[2]
Kajian Woodruff dan kolega menyebut lapisan tersebut sebagai kumpulan monodominan yang mengandung setidaknya 16 diplodocine kecil. Panjang femur yang tercatat berkisar sekitar 59,5 hingga 120 sentimeter.[3]
Material non-diplodocid sangat jarang. Artikel sumber mencatat sekitar dua belas gigi theropoda, material tungkai stegosaurus, dan dua conchostraca. Kelangkaan takson lain merupakan salah satu alasan kumpulan ini dianggap mencerminkan satu kelompok sauropoda yang mati dalam satu atau beberapa peristiwa yang berkaitan.[1]
Perilaku berkelompok dan usia individu
Hipotesis kawanan muda
Pada awal penelitian, ukuran tulang yang kecil dan tingkat osifikasi yang rendah menyebabkan sebagian besar individu ditafsirkan sebagai juvenil atau subdewasa. Berdasarkan profil umur tersebut, Myers dan Fiorillo pada 2009 mengusulkan bahwa situs ini merekam kawanan sauropoda yang terpisah menurut usia.[4]
Hipotesis ini menyatakan bahwa individu muda Diplodocus dapat hidup atau bergerak dalam kelompok tersendiri, terpisah dari hewan dewasa. Dengan demikian, Tambang Mother's Day menjadi salah satu bukti fosil yang digunakan untuk membahas perilaku sosial sauropoda berdasarkan kumpulan tulang, bukan semata-mata jejak kaki.[4]
Individu dewasa bertubuh kecil
Analisis histologi berikutnya memperumit interpretasi tersebut. Beberapa tulang yang berukuran kecil memperlihatkan jaringan yang lebih matang daripada yang diharapkan pada juvenil. Data ini menunjukkan kemungkinan adanya dua kelompok: individu muda dengan jaringan tulang belum matang dan individu yang tetap kecil meskipun jaringan tulangnya menunjukkan tingkat kematangan yang lebih tinggi.[3]
Kemungkinan yang diajukan mencakup kekerdilan atau populasi diplodocid regional dengan ukuran tubuh dewasa lebih kecil. Namun, identitas dan usia seluruh individu belum sepenuhnya terselesaikan karena ukuran tubuh, tingkat peleburan tulang, dan kematangan histologis tidak selalu berubah pada kecepatan yang sama.[3]
Tengkorak juvenil CMC VP14128
Salah satu fosil paling penting dari Tambang Mother's Day adalah CMC VP14128, tengkorak diplodocid kecil yang ditemukan pada 2010. Spesimen ini memiliki panjang tengkorak sekitar 24,3 cm dan pada saat dideskripsikan pada 2018 merupakan tengkorak diplodocid terkecil yang diketahui.[3]
Spesimen tersebut dirujuk secara tentatif sebagai cf. Diplodocus. Tengkoraknya hanya sekitar 40 persen dari panjang tengkorak Diplodocus dewasa terbesar yang dibandingkan dalam penelitian tersebut. Proporsinya juga berbeda secara mencolok: moncong lebih pendek, rongga mata relatif besar, dan barisan gigi memanjang lebih jauh ke belakang pada rahang.[3]
Gigi pada bagian depan rahang lebih sempit, sedangkan gigi di bagian posterior lebih menyerupai spatula. Kondisi ini berbeda dengan Diplodocus dewasa, yang memiliki gigi seperti pasak yang terutama terkonsentrasi pada ujung rahang.[3]
Perubahan anatomi tersebut ditafsirkan sebagai bukti pemisahan pola makan berdasarkan ontogeni. Individu muda kemungkinan memanfaatkan tumbuhan atau cara makan yang berbeda dibandingkan individu dewasa. Perbedaan ini berpotensi mengurangi kompetisi makanan antara kelompok usia yang berbeda dalam satu spesies.[3]
Temuan CMC VP14128 juga penting bagi taksonomi dinosaurus karena menunjukkan bahwa ciri yang tampak "primitif" pada spesimen kecil dapat merupakan karakter juvenil yang menghilang selama pertumbuhan, bukan selalu bukti bahwa spesimen tersebut mewakili takson yang berbeda.[3]
Kulit fosil
Tambang Mother's Day juga menghasilkan impresi dan sisa kulit sauropoda yang terawetkan. Gallagher, Poole, dan Schein pada 2021 mendeskripsikan kulit yang dikaitkan dengan Diplodocus sp. dan menemukan keragaman bentuk sisik yang tidak biasa.[5]
Sisiknya mencakup bentuk persegi panjang, poligonal, kerikil, oval, kubah, dan globular. Ukurannya berkisar dari sekitar satu milimeter hingga sekitar satu sentimeter. Beberapa sisik tersusun dalam pola melengkung atau berbaris yang mungkin berhubungan dengan lokasi tertentu pada tubuh, misalnya di sekitar anggota gerak.[5]
Ukuran sisik yang relatif kecil dan dominasi material sauropoda kecil di situs tersebut membuat para peneliti menganggap kulit tersebut kemungkinan berasal dari individu muda. Fosil ini memberikan salah satu catatan paling rinci mengenai variasi sisik pada sauropoda diplodocid.[5]
Kemungkinan warna tubuh
Pada 2025, Gallagher dan kolega melaporkan struktur mikroskopis pada kulit fosil dari Tambang Mother's Day yang ditafsirkan sebagai kemungkinan melanosom. Penelitian tersebut merupakan laporan pertama mengenai bukti pola warna yang didasarkan pada struktur pembawa pigmen pada sauropoda.[8]
Analisis mikroskop elektron memperlihatkan dua jenis mikrobodi pada lapisan epidermis yang diduga mewakili melanosom dengan distribusi berbeda. Para penulis menafsirkan data tersebut sebagai indikasi bahwa kulit diplodocid muda mungkin memiliki pola warna yang tidak seragam, alih-alih satu warna homogen di seluruh tubuh.[8]
Karena struktur pigmen dapat mengalami perubahan selama fosilisasi dan identifikasi taksonomi kulit tidak sepenuhnya pasti, rekonstruksi warna yang sangat spesifik tetap harus diperlakukan dengan hati-hati. Namun, penelitian tersebut menunjukkan bahwa fosil Tambang Mother's Day dapat menyimpan informasi mengenai penampilan eksternal sauropoda selain anatomi tulangnya.[8]
Paleopatologi
Penggalian baru juga menghasilkan tulang dengan sejumlah kelainan patologis. Laporan 2019 menyebut antara lain depresi abnormal pada ulna dan rusuk yang mengalami patah tulang dengan tingkat pembentukan tulang reaktif yang berbeda-beda.[6]
Paleopatologi semacam ini dapat digunakan untuk mempelajari cedera, penyembuhan, tekanan mekanis, dan sejarah hidup individu. Banyaknya fosil dari satu situs memungkinkan peneliti membandingkan frekuensi dan jenis patologi di antara hewan yang mungkin hidup dalam kelompok yang sama.[6]
Arti penting ilmiah
Tambang Mother's Day memiliki arti penting karena menggabungkan konsentrasi besar diplodocid berukuran kecil dengan konteks geologi dan tafonomi yang terdokumentasi secara rinci. Situs tersebut telah menjadi dasar penelitian mengenai perilaku berkelompok dan kemungkinan pemisahan usia pada sauropoda.[4]
Tengkorak CMC VP14128 menunjukkan bahwa Diplodocus mengalami perubahan tengkorak dan gigi yang besar selama pertumbuhan, sehingga juvenil tidak sekadar merupakan versi kecil dari individu dewasa. Penelitian ini juga memberi bukti bahwa relung makanan dapat berubah selama ontogeni.[3]
Sementara itu, kulit fosil dari situs tersebut memungkinkan penelitian mengenai variasi sisik dan, lebih baru lagi, kemungkinan pola pigmentasi sauropoda. Dengan demikian, Tambang Mother's Day memberikan informasi mengenai anatomi keras, jaringan luar, perilaku, pertumbuhan, ekologi, dan tafonomi dari satu kumpulan sauropoda Jura Akhir.[5][8]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Myers, Timothy S.; Storrs, Glenn W. (2007). "Taphonomy of the Mother's Day Quarry, Upper Jurassic Morrison Formation, South-Central Montana, USA". PALAIOS. 22 (6): 651–666. doi:10.2110/palo.2005.p05-123r.
- 1 2 3 "The Mother's Day Quarry Keeps Giving". Bureau of Land Management. U.S. Department of the Interior. 22 September 2021. Diakses tanggal 13 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Woodruff, D. Cary; Carr, Thomas D.; Storrs, Glenn W.; Waskow, Katja; Scannella, John B.; Nordén, Klara K.; Wilson, John P. (2018). "The Smallest Diplodocid Skull Reveals Cranial Ontogeny and Growth-Related Dietary Changes in the Largest Dinosaurs". Scientific Reports. 8: 14341. doi:10.1038/s41598-018-32620-x. PMC 6181913. PMID 30310088.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - 1 2 3 4 Myers, Timothy S.; Fiorillo, Anthony R. (2009). "Evidence for gregarious behavior and age segregation in sauropod dinosaurs". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 274 (1–2): 96–104. doi:10.1016/j.palaeo.2009.01.002.
- 1 2 3 4 5 Gallagher, Tess; Poole, Jason; Schein, Jason (2021). "Evidence of integumentary scale diversity in the late Jurassic Sauropod Diplodocus sp. from the Mother's Day Quarry, Montana". PeerJ. 9: e11202. doi:10.7717/peerj.11202.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - 1 2 3 4 Schein, Jason P.; Poole, Jason C.; Schmidt, Richard W.; Rooney, Laura (2019). Reopening the Mother's Day Quarry (Jurassic Morrison Formation, Montana) is yielding new information. Geological Society of America Annual Meeting. Phoenix, Arizona. doi:10.1130/abs/2019AM-333256.
- 1 2 Storrs, Glenn W.; Oser, Sara E.; Aull, Mark (2012). "Further analysis of a Late Jurassic dinosaur bone-bed from the Morrison Formation of Montana, USA, with a computed three-dimensional reconstruction". Earth and Environmental Science Transactions of the Royal Society of Edinburgh. 103 (3–4): 443–458. doi:10.1017/S1755691013000248.
- 1 2 3 4 Gallagher, Tess; Folkes, Dan; Pittman, Michael; Kaye, Thomas G.; Storrs, Glenn W. (2025). "Fossilized melanosomes reveal colour patterning of a sauropod dinosaur". Royal Society Open Science. 12 (12): 251232. doi:10.1098/rsos.251232.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Bacaan lebih lanjut
- Myers, Timothy S.; Storrs, Glenn W. (2007). "Taphonomy of the Mother's Day Quarry, Upper Jurassic Morrison Formation, South-Central Montana, USA". PALAIOS. 22 (6): 651–666. doi:10.2110/palo.2005.p05-123r.
- Myers, Timothy S.; Fiorillo, Anthony R. (2009). "Evidence for gregarious behavior and age segregation in sauropod dinosaurs". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 274 (1–2): 96–104. doi:10.1016/j.palaeo.2009.01.002.
- Storrs, Glenn W.; Oser, Sara E.; Aull, Mark (2012). "Further analysis of a Late Jurassic dinosaur bone-bed from the Morrison Formation of Montana, USA, with a computed three-dimensional reconstruction". Earth and Environmental Science Transactions of the Royal Society of Edinburgh. 103 (3–4): 443–458. doi:10.1017/S1755691013000248.
- Woodruff, D. Cary; Carr, Thomas D.; Storrs, Glenn W.; Waskow, Katja; Scannella, John B.; Nordén, Klara K.; Wilson, John P. (2018). "The Smallest Diplodocid Skull Reveals Cranial Ontogeny and Growth-Related Dietary Changes in the Largest Dinosaurs". Scientific Reports. 8: 14341. doi:10.1038/s41598-018-32620-x.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
