Kamis, 29 Oktober 2026
08:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Moral Re-Armament

Gerakan yang menekankan nilai-nilai kejiwaan

Bagikan:

Moral Rearmament adalah gerakan yang menekankan nilai-nilai kejiwaan dalam kehidupan sehari-hari.[1] Didirikan pada tahun 1920-an oleh pendeta Amerika, Frank Buchman.[1] Gerakan ini bertujuan untuk memperbaiki keadaan dunia dengan cara mempersatukan umat manusia dari segala bangsa dan agama.[1] Sering disebut sebagai Golongan Oxford.[1] Tersebar di berbagai negara di dunia dan berpusat di New York serta Los Angeles.[1] Gerakan ini telah mengadakan serangkaian konferensi di Inggris, Belanda, Amerika Serikat, Afrika Selatan dan negara-negara lainnya yang dihadiri oleh ribuan orang. Pada tahun 1938 nama gerakan ini diubah menjadi Moral Rearmament (sebelumnya Golongan Oxford).[2] Frank Buchman berharap bahwa dunia akan menghindari perang jika individu mengalami kebangkitan moral dan spiritual.[2] Pada tahun-tahun setelah Perang Dunia II, gerakan ini mengirim sebuah kelompok kerja ke seluruh dunia untuk menjalankan programnya dengan menekankan kerja sama, kejujuran dan rasa saling menghormati terhadap kelompok-kelompok yang berlawanan.[2] Ada pula pusat pelatihan yang didirikan di Mount Kisco (Amerika Serikat), Pulau Mackinac (Amerika Serikat), Caux (Swiss) dan Odawara (Jepang).[2]

Gerakan ini sempat dilarang di Indonesia pada tahun 1962. Larangan tersebut telah dicabut dalam Keputusan Presiden Nomor 69 Tahun 2000.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 "Moral Re-Armament (MRA)". Diakses tanggal 25 Juni 2014.
  3. ↑ "Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2000 tentang Pencabutan Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 tentang Larangan Adanya Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (Amorc), dan Organisasi Baha'i" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-10-17. Diakses tanggal 2021-07-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan