Senin, 02 November 2026
16:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Monyet preuss

Monyet preuss

Bagikan:
Monyet preuss[1]
250px-Preuss%27s_guenon_%28Cercopithecus_preussi%29_at_CERCOPAN_primate_sanctuary.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Genus: Allochrocebus
Spesies:
A. preussi
Nama binomial
Allochrocebus preussi
(Matschie, 1898)
250px-Cercopithecus_preussi_distribution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Monyet preuss (Allochrocebus preussi), atau yang juga dikenal sebagai guenon preuss, adalah sebuah spesies primata diurnal darat yang ditemukan di hutan-hutan pegunungan (hingga ketinggian 2500 m) di Nigeria timur, Kamerun barat dan Bioko di Guinea Khatulistiwa. Sebelumnya monyet ini dianggap sebagai subspesies dari monyet l'hoest (A. lhoesti).

Monyet preuss saat ini diklasifikasikan sebagai anggota genus Allochrocebus.[3][4] Sebelumnya, monyet ini dianggap sebagai anggota genus Cercopithecus.

Monyet ini sebagian besar memakan buah, daun dan serangga, namun terkadang juga memakan pangan manusia. Bulunya kegelapan tetapi dagunya putih. Jantan dewasa memiliki skrotum berwarna biru. Monyet ini dapat berbobot hingga 10 kg. Kelompok-kelompok terdiri dari satu jantan dewasa dan beberapa betina dan anakan, dengan 17 ekor sebagai jumlah ukuran kelompok rata-ratanya. Betina melahirkan satu anakan setiap sekitar tiga tahun. Anakannya mencapai kedewasaan pada 4 tahun dan memiliki rentang hidup rata-rata yaitu 31 tahun.

Monyet preuss adalah spesies yang terancam karena kerusakan habitat dan perburuan. Spesies ini menjadi salah satu spesies yang hidup di Hutan Guinea di Titik panas keanekaragaman hayati Afrika Barat.

Referensi

  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 158. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Cronin, D.T.; Maisels, F.; Ndeloh, D.; Gadsby, E.L. (2019). "Allochrocebus preussi". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T4227A161178708. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T4227A161178708.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. ↑ "Allochrocebus". ITIS. Diakses tanggal 2019-07-18.
  4. ↑ "Allochrocebus". Mammal Diversity Database. Diakses tanggal 2019-07-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan