Selasa, 13 Oktober 2026
16:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Monumen Yonaguni

Monumen Yonaguni

Bagikan:
Monumen Yonaguni di Jepang
Monumen Yonaguni
Monumen Yonaguni
Lokasi Monumen Yonaguni

Monumen Yonaguni adalah formasi bebatuan dasar laut di lepas pantai Yonaguni, ujung selatan kepulauan Ryukyu, Jepang. Ada perdebatan apakah situs tersebut merupakan gejala alam belaka, bebatuan alami yang telah dimodifikasi, atau merupakan buatan manusia seutuhnya.[1][2]

Situs itu kadang kala disebut "Formasi bawah laut Yonaguni" (与那国島海底地形, Yonaguni-jima Kaitei Chikei) dan "Reruntuhan bawah laut Yonaguni" (与那国島海底遺跡, Yonaguni-jima Kaitei Iseki) dalam bahasa Jepang.

Penemuan

Laut di pesisir Yonaguni merupakan lokasi penyelaman terkenal selama musim dingin karena besarnya populasi hiu kepala martil di kawasan itu. Tahun 1987, saat mencari posisi yang bagus untuk mengamati hiu, Kihachiro Aratake, ketua Himpunan Pariwisata Yonaguni-Cho, mendapati beberapa formasi bawah laut yang menyerupai struktur arsitektural.[3] Beberapa waktu kemudian, sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Masaaki Kimura dari Universitas Ryūkyū mengunjungi formasi tersebut. Kimura sangat mendukung bahwa formasi tersebut adalah buatan manusia.

Formasi itu menjadi tujuan pariwisata yang cukup populer bagi para penyelam, meskipun arus air laut yang kuat.[3] Tahun 1997, industrialis Yasuo Watanabe mensponsori ekspedisi informal yang terdiri dari penulis John Anthony West dan Graham Hancock, fotografer Santha Faiia, geologis Robert Schoch, beberapa penyelam dan instrukturnya, dan kru pengambilan gambar dari British Channel 4 dan Discovery Channel. Pengunjung terkenal lainnya adalah penyelam bebas Jacques Mayol, yang menulis buku tentang pengalaman menyelamnya di Yonaguni.[4] Sebuah plakat untuk menghormatinya diletakkan di formasi bawah laut tersebut setelah aksi bunuh dirinya pada tahun 2001.

Galeri

  • Formasi bebatuan di dasar laut.
    Formasi bebatuan di dasar laut.
  • Formasi yang disebut "kura-kura".
    Formasi yang disebut "kura-kura".

Referensi

  1. ↑ Robert M. Schoch (1999). "Yonaguni Enigmatic Underwater Monuments". Diakses tanggal 2010-07-06.
  2. ↑ Masaaki Kimura (1991). Mu tairiku wa Ryukyu ni atta (The Continent of Mu was in Ryukyu) (dalam bahasa japanese). Tokuma Shoten.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |address= diabaikan (|location= disarankan)Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. 1 2 John Anthony West (1998). "Diving for Lemuria". Diakses tanggal 2010-07-06.
  4. ↑ Jacques Mayol. Heritage des Peuples de la Mer.

24°25′55″N 123°00′40″E / 24.432°N 123.011°E / 24.432; 123.011

Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan