Senin, 19 Oktober 2026
13:21 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Money No Enough

Money No Enough

Bagikan:
Money No Enough
Money_No_Enough_VCD_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sampul VCD Money No Enough
SutradaraTay Teck Lock
ProduserJ.P. Tan
Ditulis olehJack Neo
Pemeran
SinematograferKamis Bin Huri
EditorA. Supranamian
DistributorShaw Organisation
Tanggal rilis
  • 7 Mei 1998 (1998-05-07)
Durasi98 menit
NegaraSingapura
BahasaHokkien
Inggris
Mandarin
Pendapatan kotor

Money No Enough (Hanzi:钱不够用; Pinyin:Qián Bǔgòu Yòng) adalah sebuah film komedi Singapura tahun 1998 mengenai tiga sahabat dengan masalah keuangan yang memulai usaha pemolesan mobil bersama. Cerita asli oleh J P Tan dan ditulis oleh Jack Neo, disutradarai oleh Tay Teck Lock dan diproduksi oleh JSP Films, film ini dibintangi oleh Neo, Mark Lee, dan Henry Thia. Dirilis di bioskop pada 7 Mei 1998 dan 18 April 2008, Money No Enough menerima beragam ulasan dari para kritikus, tetapi meraup lebih dari SGD.5,8 juta dan merupakan film Singapura terlaris sepanjang masa hingga tahun 2012. Film ini sukses menghidupkan kembali industri film Singapura dan membuka jalan bagi munculnya fenomena budaya Singapura lainnya.

Alur cerita

Alur ceritanya berkisar sekitar kehidupan tiga sahabat karib: Keong (Jack Neo), seorang pekerja kerah putih yang boros, Ong (Mark Lee), seorang kontraktor umum, dan Hui (Henry Thia), seorang pelayan kopi tiam. Setelah bertengkar dengan atasannya (Chen Zhao Jin), Keong berhenti dari pekerjaannya dan tidak dapat memperoleh pekerjaan lain karena penguasaan bahasa Inggrisnya yang buruk, kurangnya kualifikasi akademis dan tidak mengerti komputer. Dengan tagihan (terutama cicilan) yang harus dibayar dan keluarga yang harus dihidupi, dia menanggung banyak utang di mana istrinya meninggalkannya, membawa anak perempuan mereka bersamanya. Ong meminjam SGD.40.000 dari rentenir, dan berencana untuk membayar mereka setelah menagih utang yang dimilikinya oleh seorang teman yang kemudian melarikan diri. Rentenir memukuli Ong karena tidak melunasi utang tersebut dalam batas waktu dua minggu, sehingga dia melarikan diri ke Johor Bahru. Hui, yang masih lajang dan tinggal dengan ibunya yang sudah tua, menyia-nyiakan gajinya yang sangat kecil dalam lotre 4D dan mengejar agen asuransi yang dia naksir.

Produksi

Pada tahun 1990-an, Neo, Lee, dan Thia menjadi terkenal di Singapura karena penampilan mereka dalam acara televisi Channel 8 Comedy Night (Wade-Giles: Kao hsiao hsin tung).[1] Neo kemudian berperan dalam film Eric Khoo tahun 1997 12 Storeys, dan melihat potensi di industri film lokal yang hampir tidak ada saat itu.[2] Dia menulis sebuah skenario tentang ekspatriat di industri periklanan, tetapi memutuskan bahwa konsep tersebut tidak akan menarik perhatian bagi kebanyakan orang Singapura, sehingga dia berpikir untuk menulis sebuah cerita tentang A Beng (pria Tionghoa yang tidak berpendidikan), menggambarkan latar belakang Lee, Thia, dan dirinya sendiri yang sederhana.[3] Terinspirasi, dia menghubungi Tay Teck Lock, mantan produser untuk Channel 8, dan menyarankan agar mereka berkolaborasi. Mereka memutuskan sebuah alur cerita mengenai tiga orang Singapura yang menghadapi kesulitan keuangan. Neo menghabiskan delapan bulan menulis naskah, sementara Tay membantu mengembangkan para tokoh dan lelucon.[4] Terlepas dari Kampanye Berbahasa Mandarin, Neo memilih menggunakan dialog berbahasa Hokkien untuk "mencerminkan kehidupan nyata" dan "menjangkau penonton yang berbeda".[3][5]

Referensi

  1. ↑ Teo Pau Lin, "Underdogs now roar with success", The Sunday Times, 24 May 1998.
  2. ↑ Karl Ho, "Jack Neo's touch of class", The Straits Times, 31 January 2002.
  3. 1 2 "Borrow from Ah Long?", The Straits Times, 7 May 1998.
  4. ↑ Mak Mun San, "Life after Money No Enough", The Sunday Times, 11 May 2008.
  5. ↑ Andrea Hamliton, "The Money Pours In", Asiaweek, 26 June 1998.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan