Selasa, 27 Oktober 2026
23:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Mohiniyattam

Mohiniyattam

Bagikan:
250px-Mohiniyattam_at_Kerala_state_school_kalothsavam_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penari membawakan tarian Mohiniyattam dalam acara Kerala School Kalolsavam 2019. Salah satu tarian klasik tradisional India yang berasal dan berkembang di negara bagian Kerala.

Mohiniyattam adalah sebuah tari klasik India yang berasal dari Kerala. Tarian ini dikenal melalui karakter gerakannya yang lembut, pola tubuh melingkar, dan ekspresi yang menonjolkan unsur lasya. Dalam tradisi seni India, bentuk tari ini diklasifikasikan sebagai tari klasik yang berkembang dari praktik ritual, lingkungan istana, serta sistem estetika yang dijelaskan dalam teks-teks dramaturgi Hindu. Keterkaitannya dengan prinsip-prinsip Natyashastra memperkuat kedudukannya sebagai salah satu tari klasik India sebagaimana dijelaskan dalam kajian tentang seni pertunjukan Asia Selatan.[1]

Etimologi

Istilah Mohiniyattam berasal dari dua kata dalam bahasa Malayalam, yaitu mohini yang merujuk pada sosok perempuan pemikat dalam mitologi Hindu, dan attam yang berarti tarian. Dalam literatur Hindu, Mohini dipahami sebagai wujud ilahi yang mengambil bentuk perempuan untuk menjalankan tugas tertentu, sehingga nama tarian ini dikaitkan dengan estetika gerakan yang anggun, mengalir, dan menonjolkan kesan halus.[2][3]

Sejarah

Sejarah Mohiniyattam berkaitan dengan tradisi seni yang berkembang di Kerala dan mengalami perkembangan melalui bentuk-bentuk tari kuil serta lingkungan istana. Kajian mengenai tari India menjelaskan bahwa Mohiniyattam memiliki hubungan dengan praktik para devadasi serta sistem pendidikan tari yang digunakan di wilayah tersebut. Pada masa selanjutnya, dokumentasi melalui karya seni, manuskrip, dan tradisi lisan menunjukkan kesinambungan teknik, repertoar, dan struktur koreografinya.[1]

Perkembangan modern Mohiniyattam dipengaruhi oleh penelitian seni pertunjukan dan upaya pelestarian tari klasik pada abad ke-20. Sejumlah tokoh seni dan lembaga kebudayaan di Kerala terlibat dalam penataan ulang repertoar, teknik gerak, serta tata rias dan kostum agar sejalan dengan definisi kontemporer mengenai tari klasik. Proses kodifikasi tersebut berhubungan dengan pemurnian bentuk gerakan dan penyesuaian terhadap standar estetika yang bersumber pada Natyashastra dan karya-karya turunannya.[4]

Vokal ( musik ) Mohiniyattam melibatkan berbagai ritme. Terdapat banyak komposisi untuk repertoar Mohiniyattam, yang sebagian besar liriknya menggunakan bahasa Manipravalam , campuran bahasa Sansekerta , Tamil , dan Malayalam . Alat musik yang biasanya digunakan dalam Mohiniyattam adalah Mridangam atau Madhalam (gendang tong), Idakka (gendang jam pasir), seruling, Veena, dan Kuzhitalam (simbal). Raga (melodi) dibawakan dalam gaya sopana (langkah), yang merupakan gaya melodi lambat yang berakar dari Natya Shastra .[1]

Referensi

  1. 1 2 3 James G. Lochtefeld (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: A-M. The Rosen
  2. ↑ James G. Lochtefeld (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: N-Z. The Rosen Publishing Group
  3. ↑ Mohini Attam, Encyclopædia Britannica (2016)
  4. ↑ James B. Robinson (2009). Hinduism. Infobase Publishing. pp. 103–105.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan