Selasa, 20 Oktober 2026
06:20 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Mohammad Mofatteh

Mohammad Mofatteh

Bagikan:
Martir Dr. Ayatollah
Mohammad Mofatteh
250px-Mohammad_Mofatteh_%2804%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Dr. Ayatollah Mohammad mofatteh
Lahir(1928-06-17)17 Juni 1928
Meninggal18 Desember 1979(1979-12-18) (umur 51)
Tehran, Iran
Penyebab kematian
Dibunuh oleh tembakan peluru
Anak
AyahMahmoud Mofatteh[1]

Ayatollah Mohammad Mofatteh (bahasa Persia:محمد مفتح‎; 17 Juni 1928 – 18 Desember 1979) adalah seorang filsuf, teolog dan aktivis politik asal Iran.[2] Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Hamadan, ia masuk madrasah di Qom, di mana ia diajarkan oleh para guru menonjol seperti Ayatollah Muhammad Hujjat Kuh-Kamari, Ayatollah Sayyed Hossein Tabatabei Borujerdi, Grand Ayatollah Sayyid Ruhollah Mūsavi Khomeini, Ayatollah Mohammad-Reza Golpaygani, Ayatollah Marashi, dan Allameh Tabatabie.

Lihat pula

Sumber

  1. ↑ Staff writer. "Mofatteh, Mohammad (Ayatollah)". Encyclopedias of Islamic revolution and Iranian history (Encyclopedia contemporary clerics). Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-17.
  2. ↑ "Life, ethics and family of martyr doctor Mofatteh". Message of Woman (201). 2008. Diakses tanggal 9 Juli 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan